Peluncuran Haadiya Syari: Modest Fashion dengan Sentuhan Spiritual di Bandung
JURNAL GAYA - Menjelang Ramadhan 1447 Hijriah, industri modest fashion Indonesia kembali diramaikan oleh kehadiran sebuah brand baru yang menawarkan lebih dari sekadar busana. Haadiya Syari hadir membawa cerita, refleksi, serta pendekatan yang lembut tentang bagaimana pakaian dapat menjadi bagian dari perjalanan spiritual seorang perempuan muslimah.
Brand ini resmi diperkenalkan dalam sebuah acara intim di Dailah Restoran, Bandung, pada 7 Februari 2026. Peluncurannya terasa berbeda dari kebanyakan fashion event. Tidak hingar-bingar, tidak penuh dekorasi berlebihan, namun justru menghadirkan suasana tenang yang mengajak tamu untuk berhenti sejenak dan merenung.
Acara dibuka dengan kajian bersama Ustadz Sidqi Kamal Zimah bertema “How to be Inspired by Faith, Rooted in Values”. Tema tersebut sejalan dengan tagline Haadiya Syari, Inspired by Faith, Rooted in Values, yang menjadi benang merah dari keseluruhan konsep brand. Bagi Haadiya, modest fashion bukan hanya tentang tren, tetapi tentang kesadaran, iman, dan nilai hidup yang dijalani sehari-hari.
Di balik Haadiya Syari, ada sosok Alia Karenina, sang founder, yang membagikan kisah personalnya dengan jujur dan hangat. Nama Haadiya sendiri berarti “hadiah”, namun bukan hadiah dalam pengertian umum. “Haadiya itu hadiah, tapi bukan hadiah yang dibungkus pita. Justru datang dari kehilangan,” tutur Alia.
Kehilangan suami tercinta akibat kanker menjadi titik balik besar dalam hidupnya. Dari masa duka tersebut, Alia mulai lebih mendalami agama, memperbaiki cara hidup, dan memaknai kembali hal-hal yang selama ini dianggap sederhana, termasuk cara berpakaian. Proses itu berjalan perlahan, tanpa paksaan, namun penuh kesadaran.
Dalam kesehariannya, Alia kerap berpindah antara Jakarta dan Bandung. Perbedaan cuaca dan aktivitas membuatnya kerap kesulitan menemukan busana syar’i yang benar-benar nyaman dipakai dari pagi hingga malam. Dari pengalaman itulah muncul keinginan untuk menghadirkan pakaian syar’i yang ringan, breathable, dan tetap terasa “hidup” saat dikenakan.
Haadiya Syari kemudian lahir dengan fokus pada penggunaan natural fabric. Material alami dipilih karena lebih nyaman di kulit, tidak panas, tidak mudah menimbulkan listrik statis, serta cocok untuk iklim tropis. Bagi Alia, kenyamanan adalah bagian penting dari keberlanjutan. “Kalau tubuh nyaman, ibadah dan aktivitas juga terasa lebih ringan,” ujarnya.
Dari sisi desain, Haadiya Syari hadir dengan siluet longgar yang tidak membentuk tubuh, sesuai prinsip syariat. Warna-warna yang dihadirkan pun masih beragam, lembut, dan menenangkan. Brand ini tidak ingin membatasi perempuan hanya pada satu warna atau kesan tertentu. Pendekatannya dilakukan secara bertahap, menghormati perjalanan hijrah setiap individu yang berbeda-beda.
Fashion 3 Pilar Utama
Dalam koleksi kapsul perdananya, Haadiya Syari memperkenalkan tiga lini utama. One Path menjadi simbol tauhid dan keteguhan iman, ditampilkan melalui desain yang bersih dengan garis-garis tegas. Lini kedua, The Shift That Influence, The Influence That Shaped, merefleksikan perjalanan hidup Alia yang pernah tinggal di berbagai negara.




