Pengangguran di Banten Naik 17.660 Orang pada November 2025
SERANG, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka pengangguran di Provinsi Banten mengalami peningkatan sebanyak 17.660 orang per November 2025.
Kepala BPS Provinsi Banten Yusniar Juliana mengatakan, keadaan ketenagakerjaan berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada November 2025.
"Untuk penduduk yang masih menganggur pada November 2025 sebanyak 430.000 ribu. Kalau jika dibandingkan dengan kondisi Agustus 2025 ini mengalami peningkatan sebesar 17.660 orang," kata Yusniar Juliana dikutip saat siaran langsung di kanal YouTube BPS Banten, Kamis (5/2/2026).
Dijelaskan Yusniar, untuk penduduk usia kerja atau 15 tahun sebanyak 9,57 juta orang, atau naik 28.000 orang dibandingkan Agustus 2025.
Untuk jumlah penduduk angkatan kerja di provinsi sebanyak 6,48 juta orang, atau naik 314 ribu orang dibanding Agustus 2025.
Dari jumlah itu, penduduk yang bekerja 6,05 juta orang atau naik 296.340 orang yang bekerja di lapangan usaha yang mengalami peningkatan terbanyak Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebanyak 159,35 ribu orang.
Pada November 2025 penduduk bekerja pada kegiatan formal sebanyak 3,19 juta orang atau 52,72 persen, turun 2,16 persen poin dibanding Agustus 2025.
Sedangkan pengangguran 430.000 orang atau naik 17.660 orang.
"Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada November 2025 sebesar 6,63 persen, turun 0,05 persen poin dibanding Agustus 2025," ujar dia.
Baca juga:
Yusniar menambahkan, jika dilihat menurut daerah tempat tinggal, TPT di perkotaan sebesar 7,19 persen, lebih tinggi dibandingkan TPT di daerah perdesaan sebesar 4,46 persen.
Dibandingkan Agustus 2025, TPT perkotaan mengalami peningkatan sebesar 1,00 persen poin, sedangkan TPT perdesaan mengalami penurunan sebesar 4,34 persen poin.
Apabila dilihat berdasarkan pendidikan tertinggi, lanjut Yusniar, TPT dari tamatan pendidikan Diploma I/II/III merupakan yang paling tinggi dibandingkan tamatan jenjang pendidikan lainnya, yaitu sebesar 13,18 persen.
"Artinya, dari 100 orang angkatan kerja tamatan pendidikan Diploma I/II/III, terdapat sekitar 13 orang penganggur," kata dia.
Sementara TPT yang paling rendah adalah pada tamatan Sekolah Dasar ke bawah, yaitu sebesar 3,11 persen.
Selama periode Agustus 2025–November 2025, distribusi pengangguran menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan didominasi oleh tamatan Sekolah Menengah Atas yang pada November 2025 mencapai 26,94 persen.
"Sementara itu, distribusi pengangguran terendah adalah tamatan Diploma I/II/III yaitu sebesar 3,75 persen pada November 2025," tandas dia.




