Pengangguran di Jawa Barat Turun 5.154 Orang pada Akhir 2025
Sumber Foto: Kompas.com
Sosial

Pengangguran di Jawa Barat Turun 5.154 Orang pada Akhir 2025

BANDUNG, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Jawa Barat menurun sepanjang Agustus hingga November 2025.

Hal tersebut seiring meningkatnya penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor ekonomi.

Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, menyampaikan bahwa pada periode tersebut jumlah pengangguran berkurang sebanyak 5.154 orang dari 1,78 juta orang pada Agustus 2025 menjadi 1,77 juta orang pada November 2025.

"Secara statistik, pada periode Agustus-November 2025 terjadi penurunan jumlah pengangguran sebanyak 5.154 orang dari 1,78 juta orang pada Agustus 2025 menjadi 1,77 juta orang pada November 2025," kata Ari dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (5/2/2026).

Ia menerangkan, dalam periode yang sama, terjadi penyerapan tenaga kerja sebanyak 349,71 ribu orang. Dari total angkatan kerja sebanyak 26,63 juta orang, jumlah penduduk bekerja mencapai 24,86 juta orang.

"Jumlah angkatan kerja sebanyak 26,63 juta orang meningkat 344,55 ribu orang dan bukan angkatan Kerja sebanyak 12,72 juta orang. Dari data angkatan kerja tersebut penduduk bekerja sebanyak 24,86 juta orang dan pengangguran sebanyak 1,77 juta orang," kata Ari.

Ari menyebut, jumlah penduduk usia kerja di Jawa Barat pada November 2025 tercatat sebanyak 39,35 juta orang atau meningkat 116,46 ribu orang dibandingkan periode sebelumnya.

Dari sisi indikator ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Barat pada November 2025 tercatat sebesar 6,66 persen.

Angka ini turun 0,11 poin dibandingkan Agustus 2025 yang sebesar 6,77 persen. Secara tren, TPT Jawa Barat terus menurun sejak Agustus 2021 yang masih berada di level 9,82 persen.

Menurut Ari, jika dirinci menurut jenis kelamin, TPT laki-laki tercatat sebesar 6,78 persen, sementara TPT perempuan sebesar 6,46 persen.

Sementara itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Jawa Barat pada November 2025 mencapai 67,67 persen. Angka ini menunjukkan sekitar 66 hingga 67 dari setiap 100 penduduk usia kerja aktif secara ekonomi.

"Pada Februari 2024 TPAK mencapai 67,34 persen, lalu pada Agustus 2025 turun menjadi 66,99 persen, kemudian pada November 2025 meningkat menjadi 67,67 persen. Jika kita bandingkan menurut jenis kelamin, TPAK laki-laki sebesar 85,09 persen, lebih tinggi dibandingkan TPAK Perempuan yang sebesar 49,95 persen," ucap Ari.

Ia menambahkan, sebagian besar penduduk bekerja terserap di sektor perdagangan sebesar 22,44 persen, industri pengolahan 18,61 persen, serta pertanian, kehutanan, dan perikanan 15,43 persen.

Selama Agustus hingga November 2025, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencatat penambahan tenaga kerja terbesar, yakni 99,82 ribu orang.

Lebih lanjut, penduduk bekerja masih didominasi buruh, karyawan, dan pegawai dengan proporsi 41,55 persen, disusul pekerja berstatus berusaha sendiri sebesar 23,39 persen.

"Pada November 2025 proporsi pekerja informal sebesar 55,55 persen dan sisanya 44,45 persen terserap di kegiatan formal. Peningkatan proporsi pekerja informal didorong oleh meningkatnya pekerja dengan status berusaha sendiri," pungkas Ari.