Pengangguran Indonesia Masih Tinggi, Lulusan SMK Paling Terpengaruh
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Jumlah pengangguran di Indonesia memang turun, tapi angkanya masih bikin mikir. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada 7,35 juta orang yang belum bekerja per November 2025, dengan lulusan SMK jadi penyumbang tingkat pengangguran tertinggi.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah pengangguran di Indonesia per November 2025 mencapai 7,35 juta orang. Angka ini turun sekitar 109 ribu orang dibandingkan Agustus 2025.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti menyebut penurunan tersebut menunjukkan adanya perbaikan di pasar tenaga kerja nasional. “Jumlah orang yang menganggur pada November 2025 sebanyak 7,35 juta orang atau turun sebesar 0,109 juta orang dibandingkan Agustus 2025,” kata Amalia dalam konferensi pers, Kamis (5/2/2026).
Baca Juga BPS: Agustus 2025, Angka Pengangguran Turun Jadi 7,46 Juta
Meski begitu, data BPS juga memperlihatkan fakta lain: tidak semua jenjang pendidikan bernasib sama di pasar kerja. Dalam laporan Berita Resmi Statistik: Keadaan Ketenagakerjaan Indonesia November 2025, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tercatat memiliki Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) paling tinggi.
TPT lulusan SMK mencapai 8,45 persen, disusul lulusan SMA sebesar 6,55 persen. Sementara itu, lulusan perguruan tinggi, mulai dari Diploma IV hingga S3 menyumbang TPT sebesar 5,38 persen. Berikut rincian tingkat pengangguran berdasarkan jenjang pendidikan, SMK: 8,45 persen, SMA: 6,55 persen, D-IV, S1, S2, S3: 5,38 persen, Diploma I/II/III: 4,22 persen, SMP: 3,76 persen, dan SD ke bawah: 2,29 persen.
Definisi Pengangguran
BPS mendefinisikan pengangguran sebagai penduduk usia 15 tahun ke atas yang tidak bekerja dan sedang mencari pekerjaan, mempersiapkan usaha, sudah diterima bekerja namun belum mulai, atau merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
Baca Juga PHK Naik di 2025, Kemnaker Ungkap Biang Keroknya
Sementara itu, persoalan pengangguran lulusan perguruan tinggi juga disorot dalam laporan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI). Laporan tersebut mencatat sekitar 45 ribu lulusan S1 dan 6 ribu lulusan pascasarjana masuk kategori pencari kerja putus asa pada akhir 2025.




