Polisi Tertibkan Balap Liar dan Knalpot Brong di Tilongkabila Saat Ramadan
Sumber Foto: RRI.co.id
Olahraga

Polisi Tertibkan Balap Liar dan Knalpot Brong di Tilongkabila Saat Ramadan

RRI.CO.ID, Gorontalo - Aksi balap liar dan penggunaan knalpot brong yang meresahkan warga di kawasan Center Point Tilongkabila ditertibkan jajaran Polres Bone Bolango melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD). Penindakan dilakukan menyusul keluhan masyarakat pada hari pertama Ramadan. Tradisi sebagian kaula muda yang berkumpul dan berkeliling usai salat subuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat memicu gangguan ketertiban.

Selain kebisingan knalpot brong, aksi kebut-kebutan di ruas jalan sekitar Center Point dinilai membahayakan pengguna jalan lain.

Operasi dipimpin langsung Kasat Lantas Polres Bone Bolango Iptu Reza Rezaldy, Personel turun ke lokasi sejak pukul 05.30 Wita untuk mengantisipasi sekaligus menindak pelanggaran lalu lintas yang terjadi.

Petugas melakukan pemeriksaan kendaraan serta memberikan penindakan terhadap pengendara yang melanggar aturan. Fokus utama operasi adalah kendaraan dengan knalpot tidak standar dan pelaku balap liar.

Iptu Reza Rezaldy menegaskan bahwa langkah ini merupakan respons cepat atas laporan masyarakat yang merasa terganggu dengan aktivitas tersebut.

“Hari ini kami turun melaksanakan KRYD terkait balapan liar yang sudah menjadi keluhan warga pada hari pertama bulan Ramadan terkait knalpot brong dan balapan liar. Alhasil kurang lebih 51 kendaraan roda dua terjaring operasi tadi pagi dengan berbagai macam pelanggaran,” kata Iptu Reza, Jumat 20 Februari 2026.

Ia menambahkan, penindakan tidak hanya bertujuan memberi efek jera, tetapi juga mencegah potensi kecelakaan lalu lintas yang bisa membahayakan keselamatan pengendara maupun masyarakat sekitar.

“Penertiban ini akan terus kami lakukan selama Ramadan demi menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas, khususnya di titik-titik rawan keramaian,” tambahnya.

Satlantas Polres Bone Bolango mengimbau para orang tua untuk ikut mengawasi aktivitas anak-anaknya selama Ramadan, sehingga tradisi jalan pagi tidak berubah menjadi aktivitas yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.