Tingkat Pengangguran Lulusan SMA di Kotim Meningkat, SMK Punya Serapan Terbaik
BORNEONEWS, Sampit – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) merilis data mengenai Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berdasarkan tingkat pendidikan pada tahun 2025.
"Tingkat pendidikan SMA masih rendah terserap jika dibandingkan dengan lulusan SMK, " kata Kepala BPS Kotim Eddy Surahman, Senin, 2 Februari 2026.
Ia menyebut tingkat pengangguran terbuka menurut tingkat pendidikan di Kotim tahun 2025 dari tingkat SD yaitu 2,66 persen, SMP tercatat 7,41 persen, SMA tercata 8,23 persen dan SMK tercatat 1,47 persen, dan perguruan tinggi 3,32 persen.
Dari data tersebut, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki tingkat pengangguran terendah, yaitu 1,47 persen.
“Angka itu menurun sebesar 7,82 poin dari tahun sebelumnya yang sebesar 9,29 persen,” jelas Eddy Surahman.
Sebaliknya, tingkat pengangguran tertinggi tercatat pada lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) sebesar 8,23 persen. Angka ini meningkat 0,24 poin dari tahun sebelumnya yang sebesar 7,99 persen.
Eddy menambahkan, kenaikan pengangguran lulusan SMA tersebut menunjukkan bahwa para lulusan masih menghadapi tantangan dalam menyerap lapangan pekerjaan.
Selama periode 2021 hingga 2025, tingkat pengangguran terbuka lulusan SMA di Kotim mengalami fluktuasi. Pada tahun 2021 tercatat 7,76 persen, menurun menjadi 4,80 persen pada tahun 2022, naik kembali menjadi 6,59 persen pada 2023, lalu meningkat signifikan menjadi 7,99 persen tahun 2024, dan mencapai 8,23 persen pada tahun 2025.
“Data ini menegaskan perlunya perhatian lebih dalam mempersiapkan lulusan SMA agar lebih kompetitif dan mampu memenuhi kebutuhan pasar kerja,” pungkas Eddy Surahman. (DEVIANA/H)




