Tren Fashion 2026: Minimalis dan Warna Lembut Jadi Pilihan Utama
RRI.CO.ID, Bengkulu - Memasuki tahun 2026, dunia fashion menunjukkan kesinambungan tren dari tahun sebelumnya. Namun, menurut pengamatan para fashion enthusiast, ada satu benang merah yang semakin kuat: desain yang lebih minimalis, ringan, dan relevan dengan gaya hidup modern.
Fashion enthusiast melihat bahwa tren 2026 tidak hadir dengan perubahan ekstrem. Gaya yang populer di 2025 tetap berlanjut, tetapi dieksekusi dengan potongan yang lebih sederhana dan detail yang ditata lebih rapi. Fokusnya bukan lagi pada keramaian desain, melainkan pada siluet, kenyamanan, dan kesan bersih saat dikenakan.
Hal ini juga ditegaskan oleh fashion designer Dini Mudrika, pemilik brand Mallna Indonesia. Menurutnya, tren fashion 2026 masih memiliki benang merah kuat dengan tahun sebelumnya, terutama dalam busana muslim dan busana Lebaran.
“Untuk tren fashion 2026 ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan 2025, tetapi desainnya dibuat lebih minimalis. Potongan lebih sederhana, namun tetap elegan,” ujar Dini.
Ia menambahkan, pengaruh budaya populer Asia Timur juga semakin terasa. Tren drama China (dracin) dan drama Korea (drakor) memberi warna baru pada gaya busana muslimah, khususnya untuk Lebaran 2026.
“Tren dracin dan drakor cukup mempengaruhi. Vibes-nya seperti baju muslimah dari negara tirai bambu dan hanbok yang disesuaikan untuk muslimah di musim panas,” jelasnya.
Pengaruh tersebut terlihat dari penggunaan potongan lurus, layer ringan, detail leher sederhana, serta pilihan warna lembut yang memberi kesan anggun dan tenang. Busana tidak terlihat berat, namun tetap memiliki karakter kuat.
Selain itu, Dini juga menyoroti kemunculan desain atasan yang terinspirasi dari busana tradisional Indonesia. Atasan dengan desain menyerupai kebaya janggan mulai banyak dilirik karena memberi sentuhan klasik yang bisa dipadukan dengan gaya modern.
“Model atasan seperti kebaya janggan juga mulai muncul sebagai tren. Potongannya klasik, tapi bisa dikemas lebih simpel dan wearable,” katanya.
Sementara itu, tren outer yang sempat hits di 2025 juga kembali hadir di 2026 dengan pembaruan bentuk. Jika sebelumnya outer berlengan mendominasi, tahun ini rompi lepasan tanpa lengan justru menjadi pilihan utama.
“Outer rompi lepasan yang hits di 2025 masih muncul di 2026. Bedanya, rompi tanpa lengan menggantikan outer berlengan,” ungkap Dini.
Rompi dinilai lebih fleksibel, mudah dipadukan, dan cocok untuk iklim tropis, terutama saat dikenakan di momen Lebaran yang padat aktivitas.
Secara keseluruhan, tren fashion 2026 bergerak ke arah gaya yang lebih tenang, fungsional, dan berkarakter. Perpaduan minimalisme, pengaruh budaya Asia, serta sentuhan tradisional lokal menjadikan fashion tahun ini tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga mencerminkan identitas pemakainya.




