Airbus Helicopters Luncurkan Konsep Helikopter Canggih untuk Proyek NGRC NATO
AIRSPACE REVIEW – Perusahaan Airbus Helicopters telah memperkenalkan dua konsep helikopter generasi baru yang dikembangkan untuk memenuhi persyaratan studi Kemampuan Helikopter Generasi Berikutnya (NGRC) untuk NATO.
Dalam proyek ini, Airbus Helicopters bekerja sama dengan RTX Collins Aerospace dan Raytheon, serta produsen pengembang rudal MBDA.
Proyek NGRC bertujuan untuk menciptakan helikopter masa depan yang mampu beroperasi di lingkungan penuh tantangan sekaligus meningkatkan ketersediaan, interoperabilitas, dan biaya operasional jangka panjang bagi pasukan sekutu.
Helikopter pertama mengadopsi konsep desain konvensional berkinerja tinggi. Heli kedua model hibrida yang dilengkapi mesin model pusher untuk kecepatan tinggi.
Kedua helikopter dirancang untuk beroperasi sebagai platform yang saling melengkapi, bukan sebagai pesaing.
Dikembangkan dengan pendekatan menekankan modularitas dan kesederhanaan, memungkinkan kedua helikopter untuk berbagi praktek perawatan, pelatihan, integrasi senjata, dan sistem misi melalui MOSA (Modular Open Systems Architecture).
Dalam pengembangan helikopter NGRC, Airbus Helicopters berfokus pada platform yang lebih mudah diproduksi, dipelihara, dan ditingkatkan selama masa pakainya.
Pendekatan ini dimaksudkan untuk mendukung keterjangkauan jangka panjang sambil mempertahankan fleksibilitas operasional bagi mitra militer NATO.
Proyek NGRC ini merupakan tindak lanjut dari keputusan Badan Pendukung dan Pengadaan NATO (NSPA) pada Juli 2024 untuk memberikan kontrak kepada Airbus Helicopters guna memimpin studi konsep proyek ini.
Studi tersebut menyatukan negara-negara peserta dan mitra industri untuk meneliti desain, pengembangan, pengiriman, dan dukungan jangka panjang helikopter multi peran menengah masa depan untuk pasukan NATO.
Secara teknis, proposal Airbus mencakup dua pendekatan operasional yang berbeda.
Konsep helikopter konvensional dibangun berdasarkan konfigurasi helikopter yang sudah mapan dan dioptimalkan untuk keandalan, kompatibilitas logistik, dan fleksibilitas misi yang luas.
Helikopter ini digunakan untuk mendukung pengangkutan pasukan, evakuasi medis, operasi khusus, dan misi pengintaian bersenjata.
Sementara, konsep kedua memperkenalkan konfigurasi helikopter hibrida berkecepatan tinggi yang berasal dari program demonstrator X3 dan Racer.
Dalam konfigurasi ini, sayap dan baling-baling tambahan melengkapi rotor utama, memungkinkan kecepatan jelajah yang lebih tinggi dan memperluas jangkauan terbangnya dibandingkan dengan helikopter konvensional.
Desain hibrida tersebut memungkinkan akselerasi dan deselerasi yang cepat sekaligus memungkinkan profil menanjak dan penurunan lebih cepat.
Namun Airbus Helicopters belum mengungkapkan kapan target kedua prototipe helikopter ini terwujud, termasuk juga jadwal penerbangan perdananya. (RBS)




