Apple Dapat Sertifikasi NATO untuk iPhone dan iPad dalam Penanganan Informasi Rahasia
Sumber Foto: Vietnam.vn
Internasional

Apple Dapat Sertifikasi NATO untuk iPhone dan iPad dalam Penanganan Informasi Rahasia

Apple baru saja membuat tonggak penting di bidang teknologi dan keamanan dengan mengumumkan bahwa iPhone dan iPad telah disertifikasi oleh Organisasi Pakta Atlantik Utara (NATO) untuk menangani jenis informasi rahasia tertentu dari aliansi tersebut.

Menurut koresponden Kantor Berita Vietnam di Eropa, pengumuman yang dibuat pada 26 Februari menandai pertama kalinya perangkat elektronik konsumen populer mencapai tingkat sertifikasi yang sebelumnya hanya diperuntukkan bagi sistem khusus pemerintah dan militer.

Meskipun kecil kemungkinan akan muncul dalam kampanye iklan komersial Apple, keputusan ini memiliki makna simbolis yang signifikan.

Menurut perusahaan tersebut, perangkat iPhone dan iPad yang kompatibel dengan iOS 26 dan iPadOS 26 kini dapat digunakan oleh pejabat, diplomat, atau menteri dari negara-negara anggota NATO untuk memproses data sensitif pada tingkat "NATO Restricted".

Perlu dicatat bahwa penggunaannya tidak memerlukan konfigurasi khusus dari pengguna, meskipun dalam praktiknya NATO mungkin masih menerapkan langkah-langkah keamanan tambahan khusus untuk peralatan yang dibeli untuk penggunaan resmi.

Saat ini NATO mengklasifikasikan informasi sensitif ke dalam empat tingkat keamanan. Tingkat terendah adalah "Terbatas," yang berlaku untuk dokumen yang kebocorannya akan berdampak negatif pada operasi atau kepentingan aliansi, tetapi tidak akan menimbulkan ancaman strategis yang serius.

Data ini mencakup notulen rapat, laporan operasional, atau pertukaran diplomatik rutin, yang merupakan sebagian besar informasi yang diproses dalam operasi administrasi sehari-hari.

Tiga tingkatan yang lebih tinggi adalah “Rahasia,” “Sangat Rahasia,” dan “Rahasia Tertinggi Kosmik,” dengan tingkatan terakhir dikhususkan untuk rencana militer rahasia, intelijen strategis, dan kemampuan terkait nuklir.

Mendapatkan sertifikasi pada level "Terbatas" bukan berarti iPhone menjadi perangkat militer sejati. Tingkat keamanan yang lebih tinggi masih memerlukan ponsel khusus yang dirancang khusus untuk menahan bentuk serangan tingkat lanjut, termasuk ancaman dari komputasi kuantum.

Namun, karena sebagian besar komunikasi harian NATO berada pada tingkat terbatas, sertifikasi baru ini tetap membuka kemungkinan penggunaan perangkat Apple secara luas di lingkungan administratif dan diplomatik aliansi tersebut.

Apple mengaitkan keberhasilan ini dengan filosofi keamanannya, yang terintegrasi sejak tahap desain produk. Enkripsi ujung-ke-ujung, otentikasi biometrik Face ID, dan prosesor milik Apple memainkan peran kunci dalam memenuhi standar keamanan yang ketat.

Sebelumnya, beberapa perusahaan teknologi mencoba memasuki bidang ini melalui perangkat lunak keamanan pihak ketiga, tetapi perusahaan-perusahaan ini kurang memiliki integrasi yang mendalam pada tingkat sistem operasi dan perangkat keras.

Proses evaluasi dan pengujian dilakukan oleh Badan Keamanan Informasi Federal Jerman (BSI) – badan yang sebelumnya menyetujui iPhone untuk menangani data rahasia pemerintah Jerman. Sertifikasi nasional ini kemudian menjadi dasar bagi NATO untuk menilai dan memasukkan perangkat Apple ke dalam daftar resmi produk aman mereka.

Dengan perkembangan baru ini, Apple berharap dapat memperluas kehadirannya di dalam lembaga-lembaga pemerintah Eropa. Meskipun iPhone belum menjadi "ponsel medan perang," pengakuan NATO menunjukkan bahwa batasan antara perangkat konsumen dan teknologi pemerintah semakin kabur, dan dalam waktu dekat, ponsel pintar yang sudah dikenal mungkin akan semakin sering muncul di meja para ahli strategi dan pemimpin militer.