Dukungan Digital Primacom Tingkatkan Ekonomi UMKM Selama Ramadan
Sumber Foto: Kompasiana.com
Ekonomi

Dukungan Digital Primacom Tingkatkan Ekonomi UMKM Selama Ramadan

Ramadan datang. Kecerdasan dunia digital pun makin terpampang. Ini membuktikan bahwa aktivitas di bulan Ramadan sejatinya tak melulu soal ibadah. Ada sektor ekonomi yang terbantu bahkan naik signifikan. Jadi tidak bisa dicegah jika Ramadan hadir menjadi momentum ekonomi juga.

Hal ini terlihat pada peningkatan konsumsi masyarakat yang tidak bisa dibendung. Mulai dari belanja kebutuhan pangan, sandang hingga kebutuhan rumah tangga lainnya. Memang secara nyata belanja untuk kebutuhan terlihat lebih masif ketika Ramadan. Transaksi pun makin terlihat banyak lonjakan karena memudahkan dan efisien. Bahkan ada lho sekumpulan masyarakat yang memanfaatkan waktu sahur untuk berbelanja kebutuhan secara online. Lumayan promo yang ditawarkan sehingga aktivitas belanja secara daring makin banyak pula. Enak toh, sambil rebahan bisa dapat harga seliter minyak dengan harga miring misalnya hanya cukup klak-klik yang ada di etalase dan membayarnya pula dengan berbagai metode digital seperti QRIS, dompet digital atau transfer bank.

Meningkatnya UMKM karena Mudahnya Transaksi Digital

Sekarang ini, siapa sih yang tidak punya ponsel pintar dengan kecanggihan tingkat menengah? Maksud saya mampu update status, kirim gambar, share link bahkan scrolling social media? Semua bisa diakses siapa saja, di mana saja dan kapan saja. Nah, Ramadan ini jadi momentum bagi pelaku UMKM untuk memanfaatkan sebagai lahan basah meningkatkan pendapatan.

Kalau di luar bulan puasa kadang mengesampingkan transaski digital karena tidak terhalang oleh aktivitas penting di bulan Ramadan, di bulan suci ini UMKM memanfaatkannya untuk lebih banyak promo. Hal ini memang tidak bisa dipungkiri kalau banyak yang puasa lebih lama bertahan dengan ponsel di tangan untuk menghabiskan waktu hingga berbuka tiba.

Urusan ponsel dimanfaatkan sebagai media mencari tambahan ilmu agama selama Ramadan atau tidak yaa memang balik ke individu masing-masing. Namun, sudah bisa dipastikan informasi produk-produk UMKM lebih cepat diketahui secara digital daripada mulut ke mulut. Bahkan dari mulut ke mulut pun tidak lagi bicara langsung, melainkan saling memberikan informasi via WhatsApp misalnya. Nah, kalau sudah begini wajar UMKM banyak yang bermunculan karena memang kebutuhan masyarakat meningkat dan stok yang dibutuhkan tidak sebanyak konsumennya.

Meningkatnya Transaksi Digital Butuh Dukungan Sinyal yang Bagus

Tidak bisa dipungkiri kalau e-commerce sedang panen saat Ramadan. Seperti yang saya katakan di atas bahwa banyak yang memanfaatkan momen sahur untuk berbelanja daring karena pelapak memberikan diskon yang lumayan. Tidak hanya e-commerce, layanan dompet digital juga berbondong-bondong memberikan cashback atau keuntungan lainnya yang menarik minat para penggunanya. Siapa yang tidak tergiur? Beli produk kebutuhan sahur dan berbuka hingga lebaran nanti dengan berbagai variasi keuntungan.

Makanya dibutuhkan dukungan sinyal yang memadai. Transaksi digital tidak akan ada kalau sinyal internet lambat atau bahkan tidak ada. Ini sangat penting untuk digitalisasi di bidang ekonomi apalagi di bulan Ramadan. Tidak semua orang mau berdesak-desakan untuk membeli takjil. Sebab, menghemat waktu dan juga tenaga juga bagian dari pengendalian diri selama puasa. Makanya, dengan kemudahan transaksi digital membuat konsumen makin terbantu.

Pun kalau sedang melakukan pembelian secara luring, banyak pedagang UMKM yang berjualan takjil di bulan Ramadan ini sudah menyediakan barcode QRIS untuk digunakan. Daripada sibuk mencari uang kembalian yang pada akhirnya menjadi polemik baru karena harus terpaksa diikhlaskan sekian ratus perak.

Kalau sinyal tidak bagus, tentu juga jadi hambatan. Untuk itu, dukungan sinyal memang penting agar digitalisasi ekonomi selama Ramadan makin terbantu bahkan menjadi akselerator di berbagai aspek ekonomi.

Tak Hanya Transaski Kebutuhan, Donasi Sedekah Pun Meningkat dengan Digitalisasi

Seperti yang saya gambarkan bahwa digitalisasi mencakup berbagai aspek ekonomi dalam Ramadan ini termasuk soal donasi atau sedekah. Tidak perlu bingung mencari masjid yang membutuhkan, tidak perlu cari kaum dhuafa yang perlu disantuni, tidak perlu susah payah cari panti asuhan yang menanti donasi, semuanya mudah dengan digital. Media sosial sudah makin memudahkan informasi seputar kebutuhan tersebut. Bahkan pengiriman donasi makin memudahkan dengan langsung transfer saja dengan berbagai pilihan nominal. Hanya saja perlu hati-hati. Pilih yang tepercaya dan memang amanah dalam menyalurkan donasi.