Haornas: Refleksi Sejarah dan Kebangkitan Olahraga Indonesia
Liputan6.com, Jakarta - Setiap tanggal 9 September, seluruh rakyat Indonesia memperingati Hari Olahraga Nasional atau yang dikenal dengan Haornas. Peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sebuah refleksi dari perjalanan panjang bangsa dalam memajukan dunia olahraga.
Sejarah Haornas berawal dari semangat kemerdekaan dan keinginan kuat untuk mempromosikan persatuan melalui kebugaran fisik. Gagasan awal telah ada sejak tahun 1945, namun peristiwa penting pada tahun 1948 menjadi titik balik yang melahirkan pondasi peringatan ini.
Tanggal 9 September dipilih sebagai Haornas karena bertepatan dengan pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama di Surakarta pada tahun 1948. Penetapan resmi dilakukan pada tahun 1985 melalui Keputusan Presiden, menjadikannya tonggak penting dalam sejarah olahraga Indonesia.
Sejarah Awal Haornas: Dari Gagasan Soekarno hingga PON I
Perbesar
Gagasan awal mengenai perlunya perayaan kebugaran fisik di Indonesia telah diutarakan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1945. Beliau melihat potensi olahraga sebagai sarana untuk mempromosikan persatuan di tengah masyarakat yang beragam. Beberapa bulan setelahnya, pada Januari 1946, gagasan ini mulai terwujud dengan pembentukan Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI) yang diketuai oleh Widodo Sastrodiningrat.
Pada tahun 1948, Indonesia berencana untuk mengikuti Olimpiade di London, Inggris. Namun, partisipasi Indonesia ditolak karena beberapa alasan krusial. Indonesia belum terdaftar sebagai anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan PORI belum menjadi anggota resmi Komite Olimpiade Internasional (IOC). Selain itu, pemerintah Inggris tidak mengakui paspor Indonesia, dan delegasi menolak menggunakan paspor Belanda.
Sebagai respons atas penolakan ini, Widodo Sastrodiningrat mengadakan konferensi darurat PORI pada 1 Mei 1948 di Solo. Dalam pertemuan bersejarah tersebut, tercetuslah ide untuk membuat Pekan Olahraga Nasional (PON) sebagai ajang kompetisi olahraga berskala nasional. Ide ini sebenarnya bukan hal baru, karena Ikatan Sport Indonesia (ISI) pernah menyelenggarakan ISI Sportweek pada tahun 1938.
PON pertama Indonesia akhirnya diselenggarakan di Kota Surakarta (Solo) pada tanggal 9 hingga 12 September 1948. Pembukaan PON I ini menjadi momen bersejarah yang diresmikan langsung oleh Presiden Soekarno di Stadion Sriwedari. Acara ini diikuti oleh sekitar 600 atlet yang bertanding dalam sembilan cabang olahraga, memperebutkan 108 medali.
Penetapan Resmi Haornas dan Tujuannya
Selang 35 tahun setelah PON I, tepatnya pada 9 September 1983, Presiden Soeharto mencanangkan Hari Olahraga Nasional saat meresmikan purnapugar Stadion Sriwedari di Surakarta. Pencanangan ini menjadi langkah awal menuju penetapan resmi peringatan Haornas yang kita kenal sekarang.
Tanggal 9 September secara resmi ditetapkan sebagai Hari Olahraga Nasional melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 67 Tahun 1985. Keppres ini ditandatangani oleh Presiden Soeharto pada 7 September 1985. Pemilihan tanggal 9 September didasarkan pada hari pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama di Surakarta pada 9 September 1948, menjadikannya tanggal yang sarat makna historis bagi olahraga Indonesia.
Tujuan utama dari penetapan Haornas adalah untuk memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat. Selain itu, peringatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan pembinaan olahraga nasional secara berkelanjutan. Keppres No. 67/1985 juga secara eksplisit menyatakan bahwa Hari Olahraga Nasional bukan merupakan hari libur nasional, menekankan semangat untuk terus berkarya dan berolahraga.
Perkembangan Haornas: Dari Tema Tahunan hingga DBON
Sejak ditetapkan pada tahun 1985, Haornas diperingati secara rutin setiap tahun pada tanggal 9 September. Peringatan Haornas dikelola oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia, yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan dan pengembangan program-program terkait.
Setiap tahunnya, Kemenpora RI mengusung tema yang berbeda untuk peringatan Haornas, mencerminkan fokus dan prioritas pengembangan olahraga nasional pada periode tersebut. Contohnya, tema Haornas 2024 adalah "Ayo Berolahraga: Bersatu Kita Juara", yang bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam olahraga dan mencetak atlet berprestasi dunia.
Haornas juga menjadi ajang penting untuk pemberian penghargaan dan apresiasi kepada para individu yang telah berkontribusi besar bagi olahraga Indonesia. Pemerintah memberikan penghargaan kepada pembina, pelaku olahraga, olahragawan, serta tenaga keolahragaan yang telah berprestasi dan mengharumkan nama bangsa di kancah nasional maupun internasional.
Salah satu program unggulan yang terus didorong dalam peringatan Haornas adalah Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). DBON bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet sejak usia dini, dengan harapan Indonesia dapat mencetak lebih banyak juara di tingkat internasional.




