Indonesia Tingkatkan Ekspor dan QRIS di Pasar APEC untuk Pertumbuhan Ekonomi
UANG
Indonesia berupaya memperkuat pertumbuhan ekonomi dengan membidik peningkatan Ekspor Indonesia APEC dan penetrasi QRIS ke negara-negara anggota APEC yang menjadi pasar strategis.
15:01:49
qris
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional. Upaya ini diwujudkan melalui peningkatan volume ekspor dan penetrasi sistem pembayaran digital Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) ke negara-negara anggota Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC).
Pernyataan ini disampaikan Airlangga saat menghadiri Opening Ceremony Dewan Penasihat Bisnis APEC (ABAC) Meeting I 2026 di Jakarta, pada hari Sabtu. Fokus utama adalah memanfaatkan potensi besar pasar APEC sebagai tujuan utama Ekspor Indonesia APEC.
Airlangga menekankan bahwa negara-negara APEC merupakan mitra strategis karena menyumbang 70 persen dari total ekspor Indonesia. Oleh karena itu, dukungan terhadap keberlangsungan APEC menjadi sangat krusial bagi perekonomian Tanah Air, mengingat APEC adalah salah satu ekonomi terbesar di dunia.
Strategi Peningkatan Ekspor Indonesia ke APEC
Airlangga Hartarto menyoroti pentingnya APEC sebagai salah satu blok ekonomi terbesar di dunia yang memiliki pasar sangat besar. Kehadiran Amerika Serikat dan China dalam keanggotaan APEC menjadikan kawasan ini pasar yang sangat strategis bagi produk-produk Indonesia.
Pemerintah Indonesia membidik berbagai komoditas unggulan untuk memperkuat Ekspor Indonesia APEC. Komoditas tersebut meliputi sektor logam, kelapa sawit, serta produk industri padat karya yang memiliki nilai tambah.
Produk-produk industri padat karya mencakup tekstil, furnitur, pakaian jadi, dan alas kaki yang memiliki daya saing tinggi di pasar global. Selain itu, sektor agrikultur seperti udang dan produk pertanian lainnya juga menjadi andalan ekspor yang terus didorong ke pasar APEC.
ADVERTISEMENT
Perluasan Jangkauan QRIS di Kawasan APEC
Selain fokus pada peningkatan ekspor barang, Indonesia juga aktif mendorong perluasan akses pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Inisiatif ini bertujuan untuk memfasilitasi transaksi ekonomi yang lebih efisien dan terintegrasi di kawasan APEC.
Airlangga mengungkapkan bahwa sistem pembayaran digital Indonesia, termasuk QRIS, telah berhasil menembus pasar Korea Selatan, Jepang, dan beberapa negara di Timur Tengah. Keberhasilan ini menjadi modal penting untuk ekspansi lebih lanjut ke negara-negara APEC lainnya.
Dengan potensi pasar yang besar di negara-negara APEC lainnya, pemerintah bertekad untuk terus mendorong adopsi QRIS. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat integrasi ekonomi digital dan mendukung kemudahan bertransaksi antarnegara anggota, sehingga mempercepat pertumbuhan ekonomi.
ADVERTISEMENT
Integrasi Ekonomi Regional dan Peran Dunia Usaha
Direktur Eksekutif Sekretariat Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC), Eduardo Pedrosa, sebelumnya telah menggarisbawahi pentingnya penguatan integrasi ekonomi regional. Isu ini akan menjadi salah satu pembahasan prioritas dalam penyelenggaraan APEC 2026, dengan China sebagai tuan rumah.
Pedrosa menjelaskan bahwa dunia usaha memegang peranan krusial dalam diskusi tingkat menteri maupun pemimpin ekonomi APEC. Hal ini karena komunitas bisnis memiliki pemahaman langsung mengenai dinamika dan dampak kebijakan yang diterapkan.
Ketertarikan dunia usaha terhadap perjanjian seperti Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP) dan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) sangat penting untuk dibahas. Pembahasan ini bertujuan untuk memastikan adanya integrasi yang kuat dalam kegiatan bisnis di seluruh kawasan APEC, mendukung aliran barang dan jasa yang lebih lancar.
Sumber: AntaraNews
ADVERTISEMENT




