Jakarta Pimpin Persentase Penonton Televisi Tertinggi di Indonesia 2024
Sebanyak 80,06% penduduk Jakarta mengaku menonton televisi dalam seminggu terakhir, tertinggi se-Indonesia pada tahun 2024.
16 September 2025 pukul 10.30
10 Provinsi Penonton Televisi Terbanyak
(Tahun 2024)
Embed Chart
Ukuran Fon:
Meskipun penetrasi internet dan paparan media digital semakin berkembang, televisi tetap eksis sebagai media utama hiburan dan informasi. Menurut survei Badan Pusat Statistik (BPS), dalam sepekan terakhir, lebih dari 70% penduduk di sepuluh provinsi berikut masih menonton televisi.
Adapun persentase penduduk yang diperhitungkan dalam data ini adalah penduduk berusia 10 tahun ke atas.
Jakarta menjadi provinsi dengan persentase penduduk suka menonton televisi terbanyak, dengan proporsi hingga 80,06% pada 2024. Capaian ini berselisih sedikit dibandingkan Lampung yang berada di urutan kedua dengan persentase penduduknya yang senang menonton televisi sebanyak 79,51%.
Pemeringkatan diikuti oleh Jawa Barat dengan 78,88% penduduknya menonton televisi dalam seminggu terakhir pada 2024. Adapun Banten dan Jambi menjadi pelengkap posisi lima besar, dengan proporsi masing-masing sebesar 77,69% dan 73,54%.
Berikutnya, Kalimantan Selatan menempati urutan keenam dengan persentase sebanyak 72,83% dalam konsumsi televisi, sekaligus sebagai provinsi dengan angka tertinggi di Pulau Kalimantan.
Bangku ketujuh untuk provinsi dengan penonton televisi terbanyak adalah Jawa Timur, dengan persentase sebanyak 72,8%, diikuti oleh Jawa Tengah dengan proporsi 72,58%.
Sumatra Selatan menyusul dengan angka 72,25%, menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakatnya masih setia pada tayangan televisi. Daftar sepuluh besar ditutup oleh Kalimantan Timur dengan besaran 71,34%.
Kesepuluh provinsi tersebut berada di atas rata-rata nasional untuk persentase penduduk yang menonton televisi dalam seminggu terakhir, yaitu 70,45%. Namun jumlah ini masih terlampau kecil mengingat Indonesia memiliki total 38 provinsi. Artinya, hampir 3 dari 4 provinsi memiliki proporsi penonton televisi di bawah rata-rata.
Padahal, menonton televisi tidak selalu berdampak negatif. Aktivitas ini dapat dijadikan untuk memperoleh informasi yang mudah diakses, sebagai sarana relaksasi, bahkan memperkuat ikatan keluarga melalui tontonan bersama. Namun, tantangannya adalah bagaimana masyarakat mampu menyaring tayangan yang bermanfaat di tengah derasnya konten hiburan yang tersedia.
Baca Juga: Indonesia Masuk Jajaran Negara Paling Percaya Media 2024
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MjUyMSMy/persentase-penduduk-berumur-10-tahun-ke-atas-yang-menonton-siaran-televisi-dalam-seminggu-terakhir--persen-.html
Skor 4-3 Hasil Pertandingan Arema FC vs Bali United, Diwarnai 2 Gol Bunuh Diri Dalam Durasi 120 Detik
6 Maret 2026
Permukaan Air Laut Terus Naik, Apakah Giant Sea Wall Solusi yang Tepat?
6 Maret 2026
Harga Emas Hari Ini Kembali Turun Jadi Rp3.024.000 per Gram, 6 Maret 2026
6 Maret 2026
Kasus Campak di Indonesia Naik di Awal 2026, 8.224 Suspek Dilaporkan hingga Minggu ke-7
6 Maret 2026
Head-to-Head Arema FC vs Bali United, Persentase Menang Serdadu Tridatu Capai 44%
6 Maret 2026
televisi hiburan media jakarta indonesia bps
Ditulis oleh Shahibah A
Jurnalis data GoodStats Data
Lihat Profil
Ikuti:




