MBG TV Diluncurkan untuk Edukasi Gizi di 13 Provinsi Indonesia
Latar News - RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Forum Jurnalis Ketahanan Pangan Nasional dan Gizi (F-Jupnas Gizi) Indonesia resmi menluncurkan stasiun televisi MBG TV sebagai sarana edukasi gizi masyarakat dan sosialisasi kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG). Saat ini, MBG TV memulai siaran di 13 provinsi di wilayah Indonesia.
Peluncuran dilaksanakan sejak Jumat (20/2) melalui pertemuan bersama petinggi Badan Gizi Nasional (BGN). Menurut Ketua Umum DPN Forum Jupnas Gizi Indonesia Rivai Achmad Labbaika, saat ini MBG TV beroperasi dengan teknis kerjasama dengan 15 stasiun televisi terestial tingkat daerah.
“Kami telah menjalin kerja sama dengan 15 jaringan televisi terestrial. Saat ini, MBG TV sudah bisa dinikmati di 13 provinsi yang mencakup 98 kabupaten/kota di seluruh Indonesia,” jelasnya sebagaimana dikutip dari laman resmi F-Jupnas Gizi.
Untuk wilayah Jawa Timur, saat ini MBG TV bekerjasama dengan perusahaan Surabaya TV. Siaran tersebut menjangkau wilayah Surabaya, Sidoharjo, Gresik, Mojokerto, dan Lamongan.
Sementara untuk wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, MBG TV melaksanakan kerjasama dengan Jogja TV dan Semarang TV. Dengan ini, MBG TV dapat menjangkau wilayah Yogyakarta, Semarang, Sleman, Bantul, Kulonprogo, Gunungkidul, Solo, Klaten, Boyolali, Karanganyar, Grobogan, Sukoharjo, Kendal, Batang, Pekalongan, Temangggung, Salatiga, Kudus, Jepara, Demak dan Pati.
Selain itu, MBG TV berencana menambah layanan streaming nasional melalui laman resmi mereka, yang juga merupakan laman resmi F-Jupnas Gizi (jupnagizi.com). Namun saat ini layanan streaming belum dapat diakses.
“MBG TV bukan sekadar hiburan, melainkan media edukatif yang fokus pada sosialisasi kebijakan pemerintah terkait pemenuhan gizi,” tambah Rivai.
Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung mengapresiasi kehadiran MBG TV sebagai sarana informasi mengenai MBG dan SPPG, serta edukasi kesehatan. “Masyarakat perlu memahami bahwa gizi berkualitas adalah fondasi utama untuk membangun sumber daya manusia menuju Generasi Emas Indonesia,” jelasnya.
Hanya saja, saat ini masyarakat menerima terbentuknya MBG TV dengan tanda tanya, terutama di media sosial. Selain mempertanyakan anggaran yang dibutuhkan untuk membentuk stasiun televisi tersebut, masyarakat juga mempertanyakan program yang akan disiarkan nantinya, termasuk jika ada kejadian miring mengenai MBG atau SPPG.




