Kampung Kuliner Udayana Gunakan QRIS untuk Pembayaran Digital
RRI. CO. ID, Mataram - Pemerintah Kota Mataram kembali menggelar Kampung Kuliner Season 2 di kawasan Teras Udayana tahun ini dengan sistem pembayaran non tunai. Seluruh transaksi yang dilakukan pedagang dan pengunjung diwajibkan menggunakan QRIS melalui kerja sama dengan perusahaan jasa pembayaran non bank, Netzme.
Perwakilan Netzme, Rizky Ramadan, menjelaskan pihaknya bertindak sebagai payment gateway yang memfasilitasi seluruh merchant dalam kegiatan tersebut. Langkah ini diambil untuk mempercepat digitalisasi transaksi serta memberikan kemudahan akses pembayaran bagi masyarakat dan pelaku UMKM.
“Tahun ini semua transaksi di event menggunakan QRIS vendor. Sistemnya berbasis perangkat soundbox yang akan menyebutkan nominal pembayaran secara otomatis, bahkan untuk satu rupiah sekalipun,” ujarnya, Sabtu 21 Februari 2026.
Perangkat tersebut sambungnya dapat membantu pedagang memastikan pembayaran telah diterima tanpa harus mengecek ponsel secara manual.Menurut Rizky, penerapan sistem digital ini bukan hal baru di Kota Mataram. Sejak dua tahun terakhir, Netzme telah terlibat dalam berbagai kegiatan serupa, bahkan hingga ke kawasan Mandalika.
“Kami mulai aktif sejak 2025 di Mataram dan NTB. Ini bagian dari dukungan terhadap program digitalisasi pembayaran yang diarahkan Bank Indonesia, khususnya di NTB,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, seluruh merchant pada Kampung Kuliner Season 2 didaftarkan terpusat oleh event organizer. Sementara untuk pelaku usaha di luar kegiatan, pendaftaran dilakukan minimal tujuh hari kerja sebelumnya dengan melengkapi persyaratan administrasi, termasuk verifikasi rekening bank dan proses know your customer (KYC).
“Karena kami diawasi dan berkoordinasi dengan Bank Indonesia, proses registrasi harus sesuai prosedur,” jelas Rizky.
Penerapan transaksi non tunai di ruang publik seperti Teras Udayana dinilai menjadi bagian dari transformasi ekosistem ekonomi daerah menuju cashless society. Selain mempercepat transaksi dan meminimalkan risiko uang tunai, sistem ini juga membantu pencatatan keuangan pedagang menjadi lebih transparan dan terintegrasi.




