Kekayaan Miliarder Teknologi Anjlok Akibat Kekhawatiran Gelembung AI
Liputan6.com, Jakarta - Kekayaan miliarder termasuk CEO di sektor teknologi turun USD 62 miliar atau Rp 1.045 triliun ( asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.860) hingga kini, menurut analisis indeks miliarder Bloomberg. Kekhawatiran terhadap gelembung kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan keraguan atas valuasi saham menjadi pemicu lenyapnya miliaran dolar Amerika Serikat kekayaan Chief Executive Officer (CEO).
Miliarder Larry Ellison mencatat penurunan kekayaan paling terpukul. Setelah berbulan-bulan menimbulkan pertanyaan tentang saham perangkat lunak dan dampak AI pada sektor itu, aksi jual pada Selasa pekan ini memicu hilangnya miliaran dolar AS di antara orang terkaya.
Dalam beberapa hari sejak itu, kekayaan CEO Oracle Larry Ellison telah susut USD 19 miliar atau Rp 320,26 triliun berdasarkan data terbaru dari Bloomberg Billionaires Index, dikutip dari Yahoo Finance, Minggu (8/2/2026).
Sementara itu, kekayaan pendiri Amazon Jeff Bezos merosot USD 14 miliar atau Rp 235,98 triliun.
Aksi jual besar-besaran pada Selasa, 2 Februari 2026 yang dipicu oleh alat AI dari Anthropic, juga membuat kekayaan miliarder perangkat lunak yang sudah menipis semakin terpuruk. Menyusul aksi jual besar-besaran yang menyebabkan indeks perangkat lunak dan jasa S&P 500 turun hampir 4%.
Hal itu mendorong kekayaan bersih pengusaha terkaya di industri ini susut
Namun, tiga pendiri platform periklanan AppLovin mengalami penurunan kekayaan relatif terbesar setelah aksi jual tersebut; CEO Adam Foroughi kehilangan 31% dari kekayaan bersihnya sejak awal tahun, sekitar USD 7,8 miliar atau Rp 131,47 triliun.
Sementara kekayaan mantan CTO John Krystynak menyusut 30% setelah mengalami kerugian sebesar USD 2,4 miliar atau Rp 404,5 triliun. Rekan pendiri AppLovin, Andrew Karam, juga mengalami penurunan kekayaan sebesar 29% dibandingkan awal 2026.
Kekayaan CEO Nvidia Jensen Huang Turun
Perbesar
Meskipun membangun perusahaan paling berharga di dunia berkat kemajuan AI, CEO Nvidia, Jensen Huang, juga mengalami penurunan. Jensen Huang telah kehilangan USD 7 miliar atau Rp 117,99 triliun sejak penurunan harga saham awal pekan ini, dan hampir USD 12 miliar atau Rp 202,27 triliun telah hilang tahun ini.
Kekayaan bersih mantan CEO Microsoft, Steve Ballmer juga mengalami penurunan drastis minggu ini. Dibandingkan dengan rekan-rekannya, ia hanya kehilangan USD 5 miliar atau Rp 84,2 triliun. Akan tetapi sejak awal 2026, hampir USD 29 miliar atau Rp 488,8 triliun telah lenyap dari kekayaan Ballmer.
10 Miliarder AS Berasal dari Sektor Teknologi
Perbesar




