Latihan Serangan Udara Rusia di Kaliningrad Targetkan Pos Komando NATO
Sumber Foto: Airspace Review
Internasional

Latihan Serangan Udara Rusia di Kaliningrad Targetkan Pos Komando NATO

AIRSPACE REVIEW – Militer Rusia menggelar latihan serangan udara di Kaliningrad, sebuah wilayah kecil milik Rusia yang posisinya unik karena “terjepit” di antara negara-negara anggota NATO, yaitu Polandia dan Lituania.

Dalam latihan yang digelar belum lama ini tersebut, Moskow mengerahkan jet tempur Su-30SM2 dan pembom taktis Su-24M Fencer dengan membombardier target darat yang disimulasikan sebagai pos komando darat musuh.

Meski Rusia menyebut musuhnya adalah fiktif, pengamat menilai latihan ini sebagai pesan khusus untuk NATO.

Dalam perang modern, pos komando dan kendali (C2) bertindak sebagai “otak” yang mengatur peperangan. Jika otak ini lumpuh, pasukan di lapangan akan kebingungan karena kehilangan koordinasi dari pusat.

Dalam latihan ini, Rusia menggunakan bom OFAB-250 (Oskolochno-Fugasnaya Aviatsionnaya Bomba) berbobot 250 kg. Bom ini dirancang untuk pecah menjadi ribuan serpihan tajam saat meledak.

Bom OFAB 250 memiliki daya ledak tinggi yang menciptakan gelombang kejut yang kuat. Saat menyentuh tanah, ledakannya bisa menghancurkan bangunan, kendaraan lapis baja ringan, atau merusak struktur bunker.

Kulit bom yang tebal akan pecah menjadi ribuan potongan besi panas yang terbang ke segala arah. Ini sangat mematikan bagi pasukan atau pesawat yang sedang parkir di landasan dalam radius yang luas.

Dalam terminologi militer, OFAB 250 masuk dalam kategori Dumb Bomb atau Iron Bomb. Bom ini tidak dilengkapi dengan laser, tidak punya GPS, dan tidak punya sirip yang bisa bergerak sendiri untuk mencari target.

Begitu dilepas dari pesawat, bom ini akan jatuh ke permukaan murni mengikuti gravitasi dan kecepatan pesawat.

Agar bom ini mengenai sasaran, pilot harus sangat ahli menghitung kecepatan, ketinggian, dan sudut tukik pesawat. (RNS)