Menggali Sejarah dan Pencetus Hari Santri Nasional
detikHikmah Khazanah
Pencetus Hari Santri Nasional: Sejarah, Tokoh, dan Latar Belakang Penetapannya
Indah Fitrah Yani - detikHikmah
Selasa, 21 Okt 2025 09:30 WIB
Daftar Isi
Janji Presiden Joko Widodo dan Awal Gagasan
KH Thoriq Darwis: Pengusul Gagasan
Penetapan Resmi Tanggal 22 Oktober
Jakarta -
Hari Santri Nasional diperingati setiap 22 Oktober sebagai pengingat peran ulama dan santri dalam sejarah perjuangan bangsa. Di balik penetapannya, ada tokoh-tokoh dan momen penting yang menjadi pencetus gagasan ini.
Untuk lebih jelasnya simak pembahasan mengenai tokoh-tokoh yang menjadi pencetus Hari Santri Nasional berikut ini.
Janji Presiden Joko Widodo dan Awal Gagasan
Menurut buku Detik-detik Penetapan Hari Santri karya Ahmad Zayadi dkk., gagasan Hari Santri muncul dari janji kampanye Presiden Joko Widodo pada 27 Juni 2014. Saat itu, Jokowi menyatakan bahwa jika terpilih, tanggal 1 Muharram akan dijadikan Hari Santri Nasional. Janji ini muncul di tengah kunjungannya ke pesantren, untuk mempererat hubungan dengan ulama dan santri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Respons masyarakat, terutama kalangan pesantren dan umat Islam, sangat positif. Ide ini juga sejalan dengan program Revolusi Mental, yang menekankan pentingnya perubahan pola pikir bangsa dalam mencapai tujuan kemerdekaan.
Baca juga: Tema Hari Santri 2025, Slogan, Logo dan Susunan Upacara Lengkap
ADVERTISEMENT
KH Thoriq Darwis: Pengusul Gagasan
Gagasan resmi tentang Hari Santri pertama kali datang dari KH Thoriq Darwis, pengasuh Pondok Pesantren Babussalam di Malang, Jawa Timur. Saat Jokowi berkunjung ke pesantren tersebut, KH Thoriq menyarankan agar 1 Muharram dijadikan Hari Santri. Jokowi merespons positif dan menandatangani komitmen itu pada malam Jumat, 27 Juni 2014.
Penetapan Resmi Tanggal 22 Oktober
Penetapan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional dilakukan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015, yang ditandatangani pada 15 Oktober 2015. Pemilihan tanggal ini terkait erat dengan peristiwa bersejarah Resolusi Jihad KH. Hasyim Asy'ari.
Mengutip Majalah Risalah NU edisi ke-118, dalam artikel "Jangan Ragukan Peran KH. Hasyim Asy'ari", Resolusi Jihad yang dikeluarkan KH. Hasyim Asy'ari menjadi dasar moral bagi perjuangan rakyat Indonesia, khususnya di Surabaya, melawan pasukan Sekutu pada Oktober 1945.
Pada 21-22 Oktober 1945, para ulama NU dari berbagai daerah berkumpul di Surabaya dan menetapkan Resolusi Jihad Fii Sabilillah, menegaskan bahwa melawan penjajah adalah fardhu ain bagi setiap Muslim. Resolusi ini juga menekankan bahwa siapa pun dalam radius 94 kilometer dari posisi musuh wajib ikut berjuang.
Lahirnya Hari Santri memberikan pengaruh sosial dan budaya. Perayaan tahunan ini mendorong generasi muda untuk memahami sejarah pesantren dan peran santri dalam perjuangan bangsa.
Selain itu, momentum ini juga memperkuat identitas pesantren sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya fokus pada agama, tetapi juga pada semangat kebangsaan dan pelayanan masyarakat.
Baca juga: Susunan Upacara Hari Santri 2025 Lengkap dengan Tata Tertib
Video Pesan Prabowo untuk Hari Santri: Penjaga Moral-Pelopor Kemajuan
Video Pesan Prabowo untuk Hari Santri: Penjaga Moral-Pelopor Kemajuan
(inf/inf)
hari santri nasional santri pesantren pencetus hari santri
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
detikOto
Honda Prelude Terpesan 270 Unit di RI, Pengiriman Dimulai Mei 2026
Wolipop
Foto: Kate Moss Kembali ke Catwalk Gucci, Seksi Pakai Gaun G-String
Sepakbola
AFC Challenge League: Dewa United Kalah 0-1 dari Manila Digger
detikTravel
Duh! Viral Penjaga Kursi Pijat Stasiun Gubeng Menangis Dituduh Curi Gelang Emas
detikNews
Korban Tewas Tabrakan Beruntun 10 Kendaraan di Cipularang: Sopir-Kernet Pikap
detikFood
Mayang Lucyana Buka Puasa hingga Sahur di Hangzhou, Ini Gaya Kecenya!
Sepakbola
Man City Kok Rapuh, Guardiola?
Pendamping Ibadah
Jadwal Sholat
Al Quran
Khatam Quran
Hitung Zakat
FAQ Puasa
Arah Kiblat
Doa Harian
Kalkulator Waris
Zikir
Berita Terpopuler
#1
4 Ayat Al-Qur'an yang Menjelaskan tentang Peristiwa Nuzulul Quran
#2
Sering Dianggap Sepele, Kebiasaan Kencing Ini Bikin Salat Tidak Sah
#3
Doa Khatam Quran 30 Juz Versi Pendek dan Panjang Beserta Artinya
#4
Islam Rahmatan lil 'Alamin di Era Globalisasi Digital
#5
Khutbah Jumat Nuzulul Qur'an dan Lailatul Qadar yang Penuh Hikmah
Lihat Selengkapnya
Hikmah of The Day
"Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, para amil zakat, orang-orang yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) para hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah dan untuk orang-orang yang sedang dalam perjalanan (yang memerlukan pertolongan), sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana."
(QS At-Taubah: 60)
Komentar Terbanyak
32
Komentar
MUI Desak RI Keluar dari Board of Peace Buntut Serangan AS-Israel ke Iran
16
Komentar
Pernyataan Soal Zakat Picu Polemik, Menag Sampaikan Klarifikasi
12
Komentar
PBNU Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran: Brutal dan Merusak Tatanan
Berita Terpopuler
#1
4 Ayat Al-Qur'an yang Menjelaskan tentang Peristiwa Nuzulul Quran
#2
Sering Dianggap Sepele, Kebiasaan Kencing Ini Bikin Salat Tidak Sah
#3
Doa Khatam Quran 30 Juz Versi Pendek dan Panjang Beserta Artinya
#4
Islam Rahmatan lil 'Alamin di Era Globalisasi Digital
#5
Khutbah Jumat Nuzulul Qur'an dan Lailatul Qadar yang Penuh Hikmah
Lihat Selengkapnya
part of
Connect With Us
Copyright @ 2026 detikcom.
All right reserved
Kategori
detikNews
detikEdukasi
detikFinance
detikInet
detikHot
detikSport
Sepakbola
detikOto
detikProperti
detikTravel
detikFood
detikHealth
Wolipop
detikX
20Detik
detikFoto
detikHikmah
detikPop
Layanan
berbuatbaik.id
Pasang Mata
Adsmart
detikEvent
Signature Awards
Trans Snow World
Trans Studio
Bingkai.id
Ziswafctarsa.id
Flying Over Indonesia
For Your Business
rekomendit
Community Connect
Informasi
Redaksi
Pedoman Media Siber
Karir
Kotak Pos
Media Partner
Info Iklan
Privacy Policy
Disclaimer
Jaringan Media
CNN Indonesia
CNBC Indonesia
Haibunda
Insertlive
Beautynesia
Female Daily
CXO Media




