NATO Sebut Pertemuan China, Rusia, dan Korea Utara Hanya Sebuah Pertunjukan
Sumber Foto: Anadolu Ajansı
Internasional

NATO Sebut Pertemuan China, Rusia, dan Korea Utara Hanya Sebuah Pertunjukan

ISTANBUL

Kepala militer NATO mengatakan bahwa pertemuan baru-baru ini antara para pemimpin Korea Utara, Rusia, dan Cina hanyalah sebuah "pertunjukan" yang tidak menunjukkan adanya aliansi militer, menurut kantor berita Yonhap.

Komentar dari Giuseppe Cavo Dragone muncul setelah pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Presiden China Xi Jinping, dan Presiden Rusia Vladimir Putin berdiri berdampingan di parade militer Cina pada Rabu lalu.

"Ini bukan ancaman militer, karena mereka tidak memiliki kesamaan. Mereka tidak memiliki standardisasi. Mereka tidak memiliki interoperabilitas. Mereka tidak memiliki taktik yang sama," ujar Cavo Dragone kepada kantor berita tersebut pada hari Selasa, di sela-sela Dialog Pertahanan Seoul, sebuah forum keamanan multilateral tahunan yang dimulai pada Senin.

"Mereka tidak dapat bertempur bersama seperti yang dilakukan NATO setelah 75 tahun berlatih," tambah Cavo Dragone.

"Ini hanya pertunjukan, pertunjukan bendera, tapi tidak lebih dari itu... Ini bukan entitas operasional," sebut dia, meski dia mengakui ketiga negara dapat memperoleh manfaat ekonomi dan diplomatik dari hubungan mereka.

Cavo Dragone juga menekankan hubungan keamanan yang semakin erat antara NATO dan Indo-Pasifik, dan menyebut interkonektivitas sebagai hal yang esensial dalam lanskap keamanan global saat ini.

Dia mendesak upaya internasional bersama yang konsisten untuk menanggapi ancaman seperti pengembangan nuklir dan rudal Korea Utara.

Ketika ditanya tentang kemungkinan denuklirisasi penuh di Semenanjung Korea, dia menjawab dengan skeptis: "Saya tidak tahu apakah denuklirisasi itu mungkin." Sebaliknya, dia menganjurkan peningkatan sanksi dan isolasi Korea Utara, mendesak Rusia dan Tiongkok untuk menyadari potensi dampaknya di masa mendatang terhadap mereka.

"Kita harus menegaskan bahwa satu-satunya cara untuk mengurangi, dan akhirnya menghentikannya, adalah melalui tekanan internasional hingga demokrasi juga muncul di Korea Utara," tukas dia.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.