Pemprov Papua Tengah Bagikan 1.000 Motor Gratis untuk Ciptakan Lapangan Kerja bagi Pemuda
Ringkasan Berita:
Hingga akhir 2025, tercatat sekitar 14.000 orang menganggur di Papua Tengah. Data BPS per Agustus 2025 menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 3,62 persen.
Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, mengatakan, pemberian motor ini agar para pemuda bisa ojek untik memenuhi kebutuhan ekonomi mereka secara mandiri.
Program ini juga diharapkan dapat meminimalisir risiko pemuda terjerumus ke dalam aktivitas negatif akibat tidak adanya penghasilan tetap.
Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com. Calvin Louis Erari
TRIBUNPAPUATENGAH.COM, NABIRE- Hingga akhir 2025 angka pengangguran di Provinsi Papua Tengah cukup tinggi.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka pengangguran di provinsi ini terbagi menjadi dua bagian yakni, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK).
Sementara dari data terakhir dikeluarkan BPS pada 5 November 2025 angka pengangguran di provinsi ini hingga Agustus 2025, yaitu TPT sebesar 3,62 persen dan TPAK sebesar 73,89 persen.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disnakertrans ESDM) Provinsi Papua Tengah, Frets James Borai mengatakan, hingga akhir 2025 angka pengangguran di Papua Tengah mencapai 14 ribu.
Penyebabnya, arus penduduk dari luar yang terus berdatangan ke Papua Tengah karena dipicu daya tarik di sektor pertambangan.
Sementara untuk menekan angka tersebut, Pemprov Papua Tengah tidak tinggal diam, namun bakal meluncurkan program strategis untuk mengatasi masalah pengangguran.
Hal ini juga disampaikan Gubernur Papua Tengah dalam talk show satu tahun kepemimpinannya digelar di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, kompleks Bandara Lama, Nabire, Jalan Sisingamangaraja, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, pada Jumat, (20/2/2026).
Meki mengatakan, mereka akan membagikan 1.000 unit sepeda motor kepada para pemuda yang belum memiliki pekerjaan tetap di provinsi ini.
"Ini adalah janji kita," kata Meki dalam videonya yang diperoleh TribunPapuaTengah.com, Sabtu, (21/2/2026).
Menurut dia, banyak anak muda di provinsi baru ini belum mendapatkan pekerjaan tetap, dan akibat daripada itu membuat mereka terjerumus ke kegiatan tidak baik.
"Untuk itu, kita akan berikan motor agar mereka bisa Ojek dan lain sebagainya untuk menjawab kebutuhan ekonomi," ujarnya. (*)




