Perbaikan Ekonomi Takalar: Kemiskinan dan Pengangguran Turun di Tahun Pertama Daeng Manye
Latar News - Ringkasan Berita:
Tingkat kemiskinan di Kabupaten Takalar tahun 2024 di angka 7,75 persen turun menjadi 7,27 persen tahun 2025.
Bupati Takalar Firdaus Daeng Manye fokus mendorong UMKM, sektor pertanian, dan perdagangan agar mampu menyerap tenaga kerja lokal.
TRIBUN-TIMUR.COM, TAKALAR - Satu tahun kepemimpinan Mohammad Firdaus Daeng Manye dan Hengky Yasin di Kabupaten Takalar menunjukkan perbaikan indikator sosial.
Bupati Takalar Daeng Manye memaparkan data terbaru terkait kemiskinan.
“Tingkat kemiskinan kita pada 2024 sebesar 7,75 persen. Pada 2025 turun menjadi 7,27 persen,” ujarnya di kantor Dinas Kominfo-SP Takalar, Jumat (27/02/2026).
Ia menilai penurunan ini menjadi kabar baik bagi masyarakat.
“Penurunan ini menunjukkan intervensi sosial dan ekonomi mulai berdampak,” katanya.
Selain kemiskinan, tingkat pengangguran juga menurun.
“Pengangguran turun dari 3,84 persen pada 2024 menjadi 3,76 persen pada 2025,” jelasnya.
Ia menyebut penciptaan lapangan kerja menjadi fokus pemerintahannya.
“Kami dorong UMKM, sektor pertanian, dan perdagangan agar mampu menyerap tenaga kerja lokal,” ujarnya.
Indikator ketimpangan turut membaik.
“Gini rasio turun dari 0,385 menjadi 0,34 pada 2025,” ungkapnya.
Menurutnya, angka tersebut menunjukkan distribusi pendapatan semakin merata.
“Ini penting agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya dinikmati kelompok tertentu,” tegasnya.
Daeng Manye juga memaparkan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pertumbuhan ekonomi 2022 sebesar 4,64 persen. Pada 2023 turun menjadi 3,86 persen di 2024 naik 4,34 persen dan 2025 diproyeksikan 4,71 persen,” ujarnya.
Ia menambahkan peningkatan pengeluaran riil per kapita menjadi indikator membaiknya daya beli.
“Pengeluaran riil per kapita naik dari Rp 11,67 juta menjadi Rp 12,01 juta,” jelasnya.
Menurutnya, arah kebijakan akan terus difokuskan pada penguatan ekonomi rakyat.




