Tingkat Kepuasan Publik Prabowo-Gibran Tinggi, Namun Pengangguran Masih Jadi Tantangan
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming dan sejumlah jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 30 April 2025, guna membahas persiapan pelaksanaan program Sekolah Rakyat / Setpres
JAKARTA, Inibalikpapan.com – Lembaga survei Indekstat merilis hasil evaluasi nasional terbaru yang menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tetap solid di angka 79,2 persen setelah 16 bulan menjabat.
Meski demikian, laporan bertajuk “Evaluasi Kinerja Pemerintah & Program Kerja Prabowo-Gibran” yang dirilis Sabtu (21/2/2026) tersebut, menegaskan bahwa persoalan ekonomi, khususnya pengangguran, masih menjadi “kerikil” utama yang belum tuntas sejak era kepemimpinan sebelumnya.
Ekonomi Jadi Tantangan Terbesar
Direktur Indekstat, Ali Mahmudin, memaparkan bahwa mayoritas responden (63,8 persen) sepakat bahwa permasalahan ekonomi adalah isu paling mendesak. Isu ini jauh melampaui masalah keamanan, hukum, maupun pendidikan.
“Ada tiga isu ekonomi teratas yang sangat mengakar. Pertama adalah sulitnya mencari pekerjaan atau pengangguran di angka 19,7 persen, disusul kemiskinan (19,6 persen), dan mahalnya harga kebutuhan pokok (15,2 persen),” jelas Ali dalam paparan surveinya dilansir dari suara.com jaringan inibalikpapan.
Ali menambahkan, masalah lapangan kerja ini adalah warisan pekerjaan rumah (PR) yang sudah ada sejak periode pemerintahan Jokowi-Ma’ruf (2019-2024) dan kini menjadi tantangan besar bagi kabinet Merah Putih.
Program Unggulan Mendapat Perhatian Tinggi
Di tengah tantangan ekonomi tersebut, program-program kerja nyata yang digulirkan pemerintah mendapat respon positif dan kesadaran (awareness) yang sangat tinggi dari masyarakat:
Makan Bergizi Gratis (MBG): Diketahui oleh 95,2 persen responden.
BLT Kesra: Mendapat atensi sebesar 82,4 persen.
Cek Kesehatan Gratis: Dikenal oleh 69,6 persen warga.
Koperasi Merah Putih: Mulai dikenal oleh 51 persen masyarakat.
Keberhasilan sosialisasi program-program ini dinilai menjadi salah satu faktor penjaga tingginya tingkat kepuasan publik (79,2 persen) meski tekanan ekonomi global masih terasa.
Metodologi Survei
Survei Indekstat ini dilakukan pada rentang 11–25 Januari 2026 dengan melibatkan 1.200 responden yang tersebar secara proporsional di 38 provinsi di Indonesia. Penentuan sampel menggunakan metode acak dengan tingkat toleransi kesalahan (margin of error) sebesar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Laporan ini menjadi sinyal bagi pemerintah untuk lebih fokus pada penciptaan lapangan kerja guna menyelaraskan tingginya kepuasan publik dengan realita ekonomi di lapangan.
BACA JUGA
Menag Nasaruddin Umar: Tidak Ada Toleransi untuk Kekerasan Seksual
Koldo Obieta Sebut Kolektivitas Tim Jadi Kunci Ketajaman Borneo FC
Hilman Syah Jadi Kunci Kemenangan PSM Makassar Atas Bhayangkara Presisi
Kinerja Prabowo Gibran
Masalah Pengangguran Indonesia
Survei Indekstat Februari 2026
KREDIT
BAGIKAN
Copy Link
Share 0
Rekomendasi
Menag Nasaruddin Umar: Tidak Ada Toleransi untuk Kekerasan Seksual
Koldo Obieta Sebut Kolektivitas Tim Jadi Kunci Ketajaman Borneo FC
Hilman Syah Jadi Kunci Kemenangan PSM Makassar Atas Bhayangkara Presisi
Tiba Lebih Awal di Tegal, Persiba Balikpapan Matangkan Persiapan Demi Hindari Degradasi
Duel Persija Jakarta vs Persib Bandung Dipindah ke Stadion Segiri Samarinda, Ini Alasan I.League
Balikpapan Gandeng Singapura dan Bank Dunia Perkuat Ketahanan Air Bersih




