Tingkat Pengangguran Terendah dalam 26 Tahun di Tengah Pertumbuhan Ekonomi
Latar News - Direktorat Jenderal Bujet, Akuntansi, dan Statistik (DGBAS) kemarin (25/2) mengumumkan bahwa tingkat pengangguran untuk Januari 2026 adalah 3,29%, yang menandai penurunan selama 5 bulan berturut-turut dan terendah dalam 26 tahun pada bulan yang sama. Pihak DGBAS menjelaskan, perekonomian yang kuat dan pasar saham Taiwan yang berkembang pesat berkontribusi pada pasar tenaga kerja yang stabil.
DGBAS menunjuk, tingkat pengangguran Januari adalah 3,29%, penurunan 0,01 poin dari bulan sebelumnya, mencapai tingkat terendah untuk bulan yang sama sejak 2001, tingkat pengangguran yang direvisi secara musiman adalah 3,36%, mencatat angka yang sama dari Desember tahun lalu.
Selain itu, jumlah pengangguran pada Januari adalah 396.000, berkurang 2.000 orang dari bulan sebelumnya, pengangguran karena ketidakpuasan kerja, cedera, atau kesehatan yang buruk, rata-rata berkurang 2.000 orang, sebaliknya alasan bisnis mengalami penurunan atau tutup usaha menyebabkan pengangguran malah bertambah 3.000 orang.
Melihat kinerja angka pengangguran baru-baru ini, angka pengangguran telah menurun selama 5 bulan berturut-turut sejak September tahun lalu. Wakil Direktur Divisi Sensus DGBAS, Tan Wen-ling menunjuk, ramalan ekonomi DGBAS terbaru yang diterbitkan pada pertengahan Februari, memproyeksikan tingkat pertumbuhan ekonomi sebesar 8,68% untuk tahun 2025, berdasarkan basis yang tinggi ini, perkiraan untuk tahun 2026 tetap naik 7,71%. Prospek ekonomi yang positif ini mendorong perusahaan untuk menaikkan upah dan memberikan bonus, dan pasar saham yang sedang booming semakin mendorong pengeluaran konsumen, yang semuanya akan berkontribusi terhadap penurunan angka pengangguran.
Tan Wen-ling juga mencatat, data yang menunjukkan penurunan signifikan jumlah pengangguran pada paruh kedua tahun lalu karena pengurangan atau tutup usaha, serta ketidakpuasan terhadap pekerjaan mereka, inilah yang menjadi faktor kunci memperlambat angka pengangguran.
Tahun Baru Imlek biasanya menyaksikan lonjakan perubahan pekerjaan, yang mendorong kenaikan angka pengangguran. Tan Wen-ling menjelaskan, data mingguan pada bulan Februari tahun ini sebelum perayaan tahun baru imlek, apakah angka pengangguran ini akan mencerminkan gelombang pindah pekerjaan atau diperpanjang hingga bulan Maret, hal ini perlu dipelajari lebih lanjut setelah data diterbitkan.
Selain itu, pendataan SDM dalam jangka panjang menggunakan “penduduk yang tercatat” sebagai dasar untuk menyusun statistik ketenagakerjaan dan pengangguran bagi “warga negara Taiwan”. Namun DGBAS juga mempertimbangkan situasi pergerakan lintas batas negara karena pekerjaan, pendidikan, dan kepindahan tempat tinggal semakin sering terjadi, masih ada kebutuhan perumusan kebijakan, sehingga DGBAS secara bulanan mencatat data pengangguran berdasarkan “penduduk domisili”.
DGBAS merilis angka pengangguran penduduk domisili untuk pertama kalinya. Angka pengangguran pada bulan Januari adalah 3,25%, turun 0,01 poin persentase dari bulan sebelumnya.
Tan Wen-ling menjelaskan, angka pengangguran penduduk domisili biasanya lebih rendah daripada angka pengangguran penduduk terdaftar karena penduduk domisili mencakup pekerja migran, yang datang ke Taiwan untuk bekerja, sehingga termasuk faktor yang menstabilkan ketenagakerjaan.




