TP PKK Kota Malang Gelar Upcycled Fashion in Style, Ajak Olah Limbah Tekstil Jadi Busana Bernilai Tinggi
Sumber Foto: malangkota.go.id
Lifestyle

TP PKK Kota Malang Gelar Upcycled Fashion in Style, Ajak Olah Limbah Tekstil Jadi Busana Bernilai Tinggi

Klojen (malangkota.go.id) – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Malang menggelar acara bertajuk ‘Upcycled Fashion in Style’ di Malang Creative Center (MCC) Kota Malang, Rabu (15/10/2025). Acara yang dikemas dalam bentuk talkshow dan peragaan busana ini diikuti oleh para pelaku industri fesyen, pelajar di bidang fesyen, serta komunitas kreatif di Kota Malang dan menghadirkan dua desainer Kota Malang, Zizi Rafika (Feyzion) serta Rima Falasifa.

s

Ketua TP PKK Kota Malang, Hanik Andriani Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momen untuk mengapresiasi karya para desainer lokal sekaligus memotivasi generasi muda agar terus mengembangkan bakat dan keterampilannya di bidang fesyen.

“Kegiatan ini kami gagas untuk memberikan ruang bagi para desainer Kota Malang agar terus berkarya. Sekaligus menginspirasi generasi muda untuk berani berinovasi di bidang fesyen. Program ini juga sejalan dengan Dasa Bakti Wali Kota dan Wakil Wali Kota, khususnya terkait Ngalam Laris dan Ngalam Idrek,” beber Hanik.

Hanik pun menyoroti pesatnya pertumbuhan industri fesyen di Kota Malang yang turut memunculkan tantangan baru berupa meningkatnya limbah tekstil. Melalui kegiatan ini, TP PKK dapat berkontribusi untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan mengajak masyarakat dan pelaku fesyen unyuk dapat secara bersama-sama lebih peduli terhadap lingkungan dengan mengusung konsep upcycle fashion.

“Kita akomodir bagaimana para desainer ini bisa kembali mengolah limbah tekstil menjadi karya baru yang bernilai tinggi. Ini bukan sekadar tren, tapi bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan, sesuai dengan 10 Program Pokok PKK,” jelasnya.

Selain itu, Hanik juga mengajak masyarakat untuk terlibat dalam gerakan upcycle fashion di tingkat kecamatan. “Kami sudah mulai sosialisasikan di lima kecamatan. Siapapun yang memiliki keterampilan menjahit, membordir, atau mendesain bisa ikut bergabung. Ini menjadi bentuk nyata partisipasi masyarakat dalam ekonomi kreatif berkelanjutan,” tambahnya.

Tak hanya berfokus pada daur ulang material, Hanik menekankan pentingnya menghadirkan unsur budaya lokal dalam setiap desain fesyen. “Kita di Kota Malang harus menunjukkan identitas Malang melalui karya. Misalnya dengan memadukan wastra nusantara seperti tenun dan batik. Warisan ini sangat kaya dan bisa menghasilkan karya yang indah serta bernilai tinggi,” tuturnya.

Hanik menilai potensi industri fesyen di Kota Malang sangat luar biasa, dengan banyak UMKM kreatif yang telah menembus pasar internasional. “Produk fesyen dari pelaku UMKM kita sudah dikirim hingga ke Dubai dan Amerika setiap tiga bulan sekali. Ini bukti nyata bahwa karya lokal bisa naik kelas,” ungkapnya bangga.

Sementara itu, Zizi Rafika, Founder Feyzion, menyampaikan bahwa upcycle fashion bukan sekadar tren gaya hidup, melainkan gerakan kreatif dan ekologis. “ Upcycle fashion bukan hanya untuk bergaya, tapi sebuah upaya mengubah limbah menjadi sesuatu yang bernilai tinggi, baik secara ekonomi maupun artistik,” jelas Zizi.

Pada kesempatan ini juga diluncurkan kampanye bertajuk ‘Rejeaneration’, sebuah ajakan untuk memanfaatkan limbah fesyen berbahan jin menjadi karya fesyen baru yang modis dan bernilai tinggi. Para peserta yang hadir pun turut mengenakan berbagai hasil karya fesyen upcycle dari bahan jin, memperlihatkan bahwa pakaian ramah lingkungan bisa tetap tampil stylish dan berkelas. (ari/yn)

Tags: Fesyen, mcc kota malang, TP PKK Kota Malang, upcycle fashion, Upcycled Fashion in Style