Arif Suhartono: Karier Cemerlang di Pelindo di Tengah Tantangan Serikat Buruh
Berbekal latar belakang akademik di bidang teknik sipil dan manajemen bisnis internasional, Arif Suhartono berhasil membangun karier yang begitu mengesankan di industri logistik.
Perjalanan profesionalnya yang begitu panjang, membawanya dipercaya sebagai Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo.
Biodata Arif Suhartono
Arif Suhartono lahir di Banyumas pada 8 Mei 1970. Pria yang saat ini menjabat sebagai Direktur Utama Pelni ini, memiliki latar belakang akademik yang prestisius.
Setelah meraih gelar sarjana Teknik Sipil dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1994, ia langsung menempuh pendidikan S2 dan meraih gelar Master of Infrastructure Management dari Yokohama National University, Jepang (2001).
Seakan tidak pas dengan ilmu dan gelar yang dimiliki, ia kembali memperkuat ilmu di bidang administrasi dengan meraih gelar Master of Business Administration dari Nanyang Technological University, Singapura, pada tahun 2017.
Dengan latar belakang pendidikannya yang kuat di bidang teknik dan administrasi, Arif memulai perjalanan karier panjangnya di industri logistik.
Sayang tidak banyak informasi tentang perjalanan kariernya sejak masa muda.
Namun pada awal tahun 2010-an, Arif mulai mendapat posisi strategis sebagai Direktur Operasi (2010-2012) dan Direktur Komersial (2012-2013) di PT Multi Terminal Indonesia.
Selama bekerja di anak usaha dari Pelindo Solusi Logistik, Arif mencetak banyak prestasi gemilang yang membawanya mendapat kepercayaan untuk memimpin PT Terminal Peti Kemas Indonesia.
Berawal dari Pj. PMO Leader di IPC, secara bertahap Arif berhasil menduduki kursi Direktur Utama di berbagai anak perusahaan strategis, seperti PT Pengerukan Indonesia (Rukindo), PT Pelabuhan Tanjung Priok, dan PT Pengembang Pelabuhan Indonesia.
Dengan pengalaman yang begitu panjang di industri logistik, Arif Suhartono akhirnya mencapai puncak kesuksesan.
Ia diangkat sebagai Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo seja 1 Oktober 2021, pasca merger Pelindo I-IV.
Sebelumnya di perusahaan ini ia menjabat sebagai Direktur Utama Pelindo II (IPC).
Sayang, meski memiliki jejak karier yang begitu panjang di industri logistik dan pelabuhan, tidak menjadikan Arif Suhartono sebagai pemimpin yang hebat.
Di masa kepemimpinannya sebagai Direktur Utama Pelindo, ia beberapa kali mendapat keluhan dari serikat buruh karena Pelabuhan Tanjung Priok mengalami kemacetan parah selama tiga hari, mulai dari Rabu (16/4/2025) hingga Jumat.
Buntut dari kemacetan ini membuat sejumlah serikat buruh pelabuhan mendesak Menteri BUMN untuk memecat Direktur Utama PT Pelindo, Arif Suhartono.
Dari hasil penyelidikan, rupanya kemacetan ini bukan berasal dari kesalahan sistem yang dibuatnya, melainkan karena adanya lonjakan volume yang disebabkan oleh arus balik distribusi logistik pasca Lebaran dan libur akhir pekan.
Pada akhirnya, Arif Suhartono berhasil mengurai kemacetan dan menstabilkan stuasi di lapangan.
Gaji Arif Suhartono sebagai Direktur Utama Pelindo
Mengutip dari Laporan Tahunan 2024 PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Arif Suhartono tercantum menerima total kompensasi sebesar Rp8.970.156.506.
Angka tersebut sudah mencakup dengan komponen-komponen seperti gaji, tunjangan, fasilitas, hingga tantiem, dengan rincian sebagai berikut ini:
Fasilitas:
Fasilitas Kendaraan: 1 unit beserta biaya pemeliharaan dan biaya operasional.
Fasilitas Kesehatan: Dalam bentuk asuransi kesehatan atau penggantian biaya pengobatan (at cost)
Bantuan Hukum: Sebesar pemakaian
Tantiem: Berdasarkan capaian kinerja periode sebelumnya.
Harta Kekayaan Arif Suhartono
Berdasarkan laporan tahunan terbaru dari situs resmi LHKPN, Arif Suhartono memiliki harta kekayaan sebesar Rp48.954.851.962.
Arif tercatat memiliki 8 aset tanah dan bangunan yang tersebar di berbagai lokasi strategis dengan nilai total mencapai Rp22,62 miliar.
Dua di antara properti termahalnya adalah hunian seluas 667 mm2/250 m2 di kawasan Kota Bekasi senilai Rp8 miliar, serta lahan seluas 721 m2 di Kota Sleman yang ditaksir mencapai Rp7 miliar.
Berikut adalah rincian aset kekayaan Arif Suhartono selengkapnya:
Tanah dan Bangunan - Rp22.620.700.000
Tanah dan Bangunan Seluas 500 m2/340 m2 di KAB / KOTA BEKASI, HASIL SENDIRI: Rp1.250.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 170 m2/54 m2 di KAB / KOTA BEKASI, HASIL SENDIRI: Rp500.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 248 m2/220 m2 di KAB / KOTA BEKASI, HASIL SENDIRI: Rp1.250.000.000
Bangunan Seluas 22.75 m2 di KAB / KOTA KOTA DEPOK , HASIL SENDIRI: Rp570.700.000
Tanah Seluas 1000 m2 di KAB / KOTA KOTA BEKASI , HASIL SENDIRI: Rp3.500.000.000
Tanah Seluas 10000 m2 di KAB / KOTA BOGOR, HASIL SENDIRI: Rp500.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 667 m2/250 m2 di KAB / KOTA BEKASI, HASIL SENDIRI: Rp8.050.000.000
Tanah Seluas 721 m2 di KAB / KOTA SLEMAN, HASIL SENDIRI: Rp7.000.000.000
Alat Transportasi dan Mesin - Rp1.979.500.000
MOTOR, HONDA SEPEDA MOTOR Tahun 2011, HASIL SENDIRI: Rp2.500.000
MOBIL, TOYOTA ALPHARD G 2.5 PUTIH Tahun 2022, HASIL SENDIRI: Rp1.300.000.000
MOBIL, BYD BYD SEAL Tahun 2024, HASIL SENDIRI: Rp629.000.000
MOTOR, HONDA BEAT Tahun 2024, HASIL SENDIRI: Rp19.000.000
MOTOR, HONDA STYLO Tahun 2024, HASIL SENDIRI: Rp29.000.000
Harta Bergerak Lainnya: Rp2.108.635.500
Surat Berharga: Rp7.613.259.471
Kas dan Setara Kas: Rp9.132.756.991
Harta Lainnya: Rp5.500.000.000
Sub Total: Rp48.954.851.962
Hutang: Rp0
Total Harta Kekayaan: Rp48.954.851.962
.
.




