BPS Siapkan Sensus Ekonomi 2026 untuk Cakup Aktivitas Digital dan Ekonomi Informal
Sumber Foto: Kompas.com
Ekonomi

BPS Siapkan Sensus Ekonomi 2026 untuk Cakup Aktivitas Digital dan Ekonomi Informal

JAKARTA, KOMPAS.com – Badan Pusat Statistik (BPS) menggelar Kick Off Publisitas Sensus Ekonomi 2026 sebagai penanda dimulainya tahapan sosialisasi menuju pelaksanaan sensus pada Mei hingga Juli 2026.

Sekretaris Utama BPS Zulkipli mengatakan Sensus Ekonomi 2026 akan menangkap aktivitas ekonomi digital hingga ekonomi bawah tanah yang selama ini belum terekam dalam statistik resmi.

Ia mencontohkan, Sensus Ekonomi 2016 belum banyak mencatat aktivitas ekonomi daring yang tumbuh pesat setelah pandemi Covid 19.

"Perdagangan secara online itu kan banyak tidak terlacak, ini nanti kita akan mencoba melacaknya. Kemudian industri digital, Youtuber, kemudian di rumah-rumah banyak itu yang terhubung dengan aktivitas ekonomi. Perubahan-perubahan ini penting untuk kita ketahui," ujar Zulkipli di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Menurut dia, pencatatan aktivitas ekonomi terbaru penting untuk memberi gambaran yang lebih utuh bagi perumusan kebijakan sepuluh tahun ke depan.

BPS juga akan memetakan aktivitas ekonomi informal dan underground economy. Zulkipli menilai pergeseran struktur dan perilaku ekonomi menjadi tantangan utama pendataan.

Ia menyoroti fenomena banyaknya pusat perbelanjaan dan ruko kosong, sementara mobilitas masyarakat dan perputaran ekonomi tetap tinggi. Kondisi ini dipengaruhi pertumbuhan industri digital.

Sensus kali ini tidak hanya menyasar unit usaha yang telah mapan secara fisik, tetapi juga aktivitas ekonomi berbasis digital dan rumah tangga.

Kick off dihadiri perwakilan kehumasan kementerian dan lembaga, asosiasi pelaku usaha, serta media massa. Keterlibatan lintas sektor dinilai penting untuk memperluas jangkauan informasi dan mendorong partisipasi pelaku usaha.

Zulkipli menegaskan Sensus Ekonomi 2026 menjadi fondasi penyediaan data ekonomi yang akurat dan komprehensif untuk menjawab tantangan transformasi ekonomi nasional.

Sensus ini mencakup seluruh kegiatan ekonomi, kecuali kategori A yaitu Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, kategori P yaitu Administrasi Pemerintahan, serta kategori U yaitu Kegiatan Badan Internasional dan Badan Ekstra Internasional Lainnya.

Selain memotret karakteristik usaha, Sensus Ekonomi 2026 juga memperluas cakupan pada ekonomi digital, ekonomi lingkungan, dan ekonomi kreatif.

BPS mengajak seluruh pemangku kepentingan berperan aktif melalui media massa, media sosial, platform digital, serta jejaring komunitas dan asosiasi usaha untuk mendukung partisipasi dalam sensus.