Drone Shahed Iran Tembus Pertahanan NATO, Serang Pangkalan RAF di Siprus
Siap – Iran baru saja menciptakan sejarah. Drone Shahed milik Iran menempuh jarak hampir 2000 kilometer melintasi Laut Mediterania dan menghantam Pangkalan Udara Inggris RAF Akrotiri di Siprus.
Yang lebih mengejutkan: tidak satu pun sistem pertahanan udara NATO yang mendeteksinya.
Ini adalah Iran yang sama yang telah dikenai sanksi, dibom, dan diisolasi selama beberapa dekade.
Namun, pesawat tak berawak dan rudal mereka baru saja menembus wilayah udara yang paling terlindungi di dunia—dan lolos tanpa terdeteksi.
Ini adalah momen yang akan tercatat dalam sejarah militer modern.
Sebuah negara yang ekonominya tercekik sanksi, yang teknologinya dianggap tertinggal, berhasil mempermalukan aliansi militer terkuat sepanjang sejarah.
Setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Teheran dan menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, Iran membalas dengan cara yang tak terbayangkan.
Dalam waktu 24 jam, mereka menyerang 15 negara, 27 pangkalan militer AS, dan sekarang sebuah pangkalan Inggris di Siprus.
Agar jelas: belum pernah ada pasukan militer di dunia yang melakukan hal ini.
Negara-negara Barat membangun sistem pertahanan udara senilai miliaran dolar.
Iran membangun kemauan untuk menerobos sistem-sistem tersebut.
Dunia tidak akan pernah sama lagi setelah hari ini.
Senjata Rahasia Iran Ciptakan Sejarah
Iran mengkonfirmasi, drone Shahed-139 telah berhasil menyerang Pangkalan Udara NATO-BRITISH RAF Akrotiri terbesar di Siprus.
Sistem Pertahanan NATO gagal mencegat satu pun drone Iran saat drone tersebut menempuh jarak hampir 2.000 kilometer melintasi Laut Mediterania.
Shahed-139 adalah generasi terbaru dari keluarga drone Shahed yang telah menjadi tulang punggung kekuatan drone Iran.
Beberapa spesifikasi dan kemampuan drone ini:
Yang membuat pencapaian ini luar biasa adalah rute penerbangan yang ditempuh.




