Eskalasi Perang Dagang Amerika dan China: Sejarah 2018 hingga 2025
Sumber Foto: Tirto.id
Latar Isu

Eskalasi Perang Dagang Amerika dan China: Sejarah 2018 hingga 2025

Perang dagang antara Amerika Serikat dan China telah memasuki fase baru, menandai peningkatan ketegangan dalam persaingan ekonomi antara dua raksasa dunia. Ketegangan yang telah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir kini semakin memanas, dengan dampak yang dirasakan secara global.

Latar Belakang Perang Dagang

Hubungan dagang antara AS dan China mulai berkembang secara signifikan setelah China bergabung dengan World Trade Organization (WTO) pada tahun 2001. Perdagangan ini membawa manfaat seperti harga barang yang lebih terjangkau di AS dan peluang bagi perusahaan-perusahaan AS untuk memasuki pasar China. Namun, di balik manfaat tersebut, terdapat konsekuensi negatif, termasuk hilangnya lapangan kerja di sektor manufaktur di AS.

Ketegangan pertama kali muncul pada tahun 2018 ketika pemerintahan Presiden Donald Trump menyebut China sebagai manipulator mata uang dan mengumumkan tarif tambahan sebesar 10 persen untuk barang-barang asal China senilai 300 miliar dolar AS. Langkah ini memicu balasan dari China, yang memperkuat ketegangan antara kedua negara.

Sejarah Perang Dagang dari 2018 hingga 2025

2018–2020: Pemerintahan Trump Pertama

Pada tahun 2018, perang dagang dimulai dengan penerapan tarif besar-besaran oleh Trump terhadap barang-barang China untuk mengurangi defisit perdagangan dan memaksa perubahan praktik ekonomi Beijing. China merespons dengan menerapkan tarif terhadap produk AS. Konfrontasi ini berlanjut hingga 2019 dan pada tahun 2020, Trump menandatangani kesepakatan "Phase One" yang bertujuan meredakan ketegangan, di mana China berjanji untuk membeli tambahan produk dari AS senilai $200 miliar. Namun, janji tersebut tidak sepenuhnya terpenuhi, sebagian karena pandemi COVID-19.

2021–2024: Pemerintahan Joe Biden

Presiden Joe Biden memilih untuk mempertahankan sebagian besar tarif yang diterapkan oleh Trump, dengan mempertahankan sekitar $360 miliar tarif terhadap barang-barang China. Ia juga memperketat kontrol ekspor terhadap teknologi canggih untuk menghambat kemajuan militer China. Selain itu, Biden memperkuat kebijakan industri dalam negeri melalui berbagai undang-undang, mencerminkan pendekatan yang tetap keras terhadap China.

2025: Pemerintahan Trump Kedua

Kembali menjabat pada tahun 2025, Trump segera mengumumkan rencana untuk menerapkan tarif hingga 145 persen terhadap semua barang impor dari China. China merespons dengan tarif balasan sebesar 125 persen pada barang-barang asal AS. Ketegangan semakin dalam ketika keduanya tidak sepakat mengenai jalur diplomatik yang diusulkan AS, dengan China menolak untuk terlihat lemah dalam menghadapi tekanan.

Dampak Perang Dagang

Perang dagang antara AS dan China tidak hanya memengaruhi kedua negara, tetapi juga memiliki dampak besar pada ekonomi global. Beberapa dampak utama meliputi:

  • Guncangan Pasar dan Stabilitas Ekonomi Global: Ketegangan ini memicu gejolak di pasar internasional dan menimbulkan risiko terhadap pertumbuhan ekonomi global.
  • Penurunan Pertumbuhan Ekonomi AS: Pertumbuhan ekonomi AS melambat akibat lonjakan biaya produksi dan gangguan rantai pasok, terutama di sektor pertanian.
  • Pergeseran Rantai Pasok Global: Sebagian perusahaan memilih untuk memindahkan produksi mereka ke negara lain, seperti Vietnam dan Meksiko, alih-alih membawa kembali manufaktur ke AS.

Kesimpulan

Perang dagang antara Amerika Serikat dan China berawal pada tahun 2018 dan didorong oleh berbagai faktor, termasuk kekhawatiran terhadap defisit perdagangan dan pencurian kekayaan intelektual. Meskipun terdapat upaya untuk meredakan ketegangan melalui kesepakatan "Phase One", konflik ini terus berlanjut hingga pemerintahan Biden dan kembali memuncak pada tahun 2025 dengan tarif baru yang diumumkan oleh Trump. Perang dagang ini menghasilkan dampak yang luas, termasuk perlambatan pertumbuhan ekonomi dan gangguan pada rantai pasok global, menunjukkan kompleksitas hubungan ekonomi antara kedua negara yang saling bergantung.