Fajar Riza Ul Haq: Dari Keluarga Sederhana Menuju Kursi Wakil Menteri
Sumber Foto: Universitas Muhammadiyah Surakarta
Latar Isu

Fajar Riza Ul Haq: Dari Keluarga Sederhana Menuju Kursi Wakil Menteri

Fajar Riza Ul Haq, seorang pemuda yang tumbuh dalam keluarga sederhana di Sukabumi, Jawa Barat, kini menjabat sebagai Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) di kabinet pemerintahan Prabowo Subianto. Terlahir pada 1 Februari 1979, Fajar menjalani kehidupan yang penuh perjuangan, dengan ayahnya seorang guru dan ibunya seorang pedagang makanan ringan.

Panggilan telepon yang diterimanya sepekan sebelum pengumuman menteri kabinet menjadi titik balik dalam karirnya. Mayor Teddy Indra Wijaya, ajudan pribadi Prabowo, mengundang Fajar bersama beberapa tokoh Muhammadiyah lainnya untuk bertemu dengan presiden terpilih. Dalam pertemuan tersebut, Fajar ditunjuk untuk mendampingi Abdul Mu’ti sebagai Wamendikdasmen dan dilantik pada 21 Oktober 2024.

Tugas dan Tanggung Jawab

Di Kemendikdasmen, Fajar memiliki tugas utama membantu menteri dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan. Ia juga bertugas mengoordinasikan capaian kebijakan strategis di lingkungan kementerian. Fajar menilai, terpilihnya dirinya dan Abdul Mu’ti merupakan bentuk kepercayaan pemerintah terhadap Muhammadiyah dalam bidang pendidikan, berkat rekam jejak organisasi yang telah teruji.

Pengalaman dan Pendidikan

Fajar adalah alumni Program Studi Syariah di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan memiliki pengalaman luas di bidang organisasi serta birokrasi. Sebelum menjabat sebagai Wamendikdasmen, ia pernah menjadi Staf Khusus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara. Pengalamannya di birokrasi memudahkan Fajar dalam menghadapi tantangan yang ada di kementerian.

Aktivisme dan Keterlibatan di Muhammadiyah

Sejak masa kuliah, Fajar aktif dalam berbagai organisasi, termasuk Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Ia menjadikan kegiatan ini sebagai sarana untuk mengembangkan pemikiran dan jejaring. Fajar percaya bahwa mahasiswa harus aktif mengemukakan gagasan dan berkontribusi dalam diskusi publik.

Jejaring dan Kesempatan Karir

Setelah lulus dari UMS, Fajar melanjutkan pendidikan magister di Universitas Gadjah Mada dan kemudian berkarir di MAARIF Institute For Culture And Humanity di Jakarta. Di sana, ia berinteraksi dengan banyak tokoh penting yang membantu memperluas jejaringnya. Fajar menekankan pentingnya membangun jejaring yang sistemik bagi alumni UMS untuk berkontribusi lebih besar di tingkat nasional.

Dengan latar belakang yang kaya akan pengalaman dan komitmen terhadap pendidikan, Fajar Riza Ul Haq menjadi contoh inspiratif bagi generasi muda, menunjukkan bahwa dengan kerja keras dan semangat, seseorang dapat mencapai posisi strategis dalam pemerintahan.