Hari Hiu Paus Internasional: Melindungi Spesies dan Ekosistem Laut
KBRN, Singaraja: Setiap tahun pada tanggal 30 Agustus diperingati sebagai International Whale Shark Day atau Hari Hiu Paus Internasional. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya melindungi hewan ini.
Merujuk National Today, sejarah mencatat hiu paus pertama kali ditemukan di lepas pantai Afrika Selatan pada 1820-an oleh Dr Andrew Smith. Setelah diteliti lebih lanjut, ditemukan bahwa hiu paus tinggal di berbagai perairan dunia, terutama di laut tropis dan subtropis.
Tetapi, populasi mereka saat ini kian terancam akibat perburuan untuk daging dan sirip, serta perdagangan ilegal di sejumlah wilayah Asia. Faktor-faktor itulah membuat jumlah hiu paus menurun drastis hingga lebih dari 50 persen dalam beberapa dekade terakhir.
Penurunan jumlah hiu paus tak hanya menjadi ancaman untuk kelestarian spesies ini, namun juga berdampak pada keseimbangan ekosistem laut. Hal itu dikarenakan mereka hidup sebagai pemakan plankton utama dan keberadaannya mampu menjaga populasi plankton tetap stabil.
Jika hiu paus hilang, maka kelebihan plankton dapat memicu ledakan alga yang berbahaya bagi spesies laut lainnya dan pada akhirnya mengganggu kehidupan manusia. Untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya melindungi hewan ini makan diciptakanlah peringatan Hari Hiu Paus Internasional sejak tahun 2008.




