Inggris Izinkan AS Gunakan Pangkalan Militer untuk Serangan Terhadap Iran
Sumber Foto: Serambinews.com
Internasional

Inggris Izinkan AS Gunakan Pangkalan Militer untuk Serangan Terhadap Iran

Ringkasan Berita:

Ia mengatakan langkah tersebut didasarkan pada prinsip “pembelaan diri kolektif” dan sejalan dengan hukum internasional.

Pemerintah, tambahnya, akan mempublikasikan ringkasan nasihat hukum yang menjadi dasar keputusan tersebut.

SERAMBINEWS.COM - Inggris yang merupakan anggota North Atlantic Treaty Organization (NATO)/ Pakta Pertahanan Atlantik Utara, telah menyetujui permintaan Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalan militer Inggris untuk apa yang oleh Perdana Menteri Keir Starmer digambarkan sebagai “tujuan pertahanan yang spesifik dan terbatas”, menurut laporan BBC.

Dalam sebuah pernyataan pada Minggu, Sir Keir mengatakan Amerika Serikat akan diizinkan menggunakan pangkalan Inggris untuk menargetkan lokasi rudal Iran guna menghentikan serangan lebih lanjut di kawasan tersebut.

Ia menegaskan bahwa Inggris tidak terlibat dalam serangan awal AS-Israel terhadap Iran dan “tidak akan ikut dalam tindakan ofensif saat ini”.

“Amerika Serikat telah meminta izin untuk menggunakan pangkalan Inggris untuk tujuan pertahanan yang spesifik dan terbatas tersebut,” kata Starmer.

“Kami telah mengambil keputusan untuk menyetujui permintaan ini guna mencegah Iran menembakkan rudal ke seluruh kawasan, yang dapat menewaskan warga sipil tak berdosa dan membahayakan nyawa warga Inggris.”

Ia mengatakan langkah tersebut didasarkan pada prinsip “pembelaan diri kolektif” dan sejalan dengan hukum internasional.

Pemerintah, tambahnya, akan mempublikasikan ringkasan nasihat hukum yang menjadi dasar keputusan tersebut.

Pangkalan yang kemungkinan digunakan termasuk RAF Fairford di Gloucestershire dan Diego Garcia di Samudra Hindia, yang sebelumnya pernah mendukung misi pengeboman jarak jauh Amerika Serikat.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengatakan bahwa penggunaan pangkalan tersebut “mungkin diperlukan” jika Iran menolak mencapai kesepakatan.

Seperti diketahui Inggris tergabung dalam North Atlantic Treaty Organization (NATO) sejak organisasi tersebut didirikan pada 4 April 1949.

Inggris termasuk negara pendiri aliansi pertahanan tersebut bersama Amerika Serikat, Kanada, dan beberapa negara Eropa Barat lainnya.

Sebagai anggota NATO, Inggris memiliki komitmen pada Pasal 5, yaitu prinsip pertahanan kolektif: serangan terhadap satu anggota dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota.

Militer Inggris juga merupakan salah satu kekuatan utama di NATO, bersama Amerika Serikat dan Prancis.