Jurnalis Australia Danika Mason Minta Maaf Setelah Siaran Langsung Mabuk dari Olimpiade
Sumber Foto: Korankaltim.com
Hiburan

Jurnalis Australia Danika Mason Minta Maaf Setelah Siaran Langsung Mabuk dari Olimpiade

Latar News - Jumat, 20/02/2026

KORANKALTIM.COM – Seorang jurnalis bernama Danika Mason menjadi viral setelah melihat laporan langsung dirinya dari ajang Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026.

Mason menarik perhatian karena gaya bicaranya yang tidak biasa alias ngelantur. Meskipun teman-temannya awalnya menanggapi situasi tersebut dengan santai, sang reporter wanita meminta maaf 24 jam kemudian. "Dia mengakui telah mengonsumsi minuman beralkohol ," lapor situs web Globo.

Menurut berbagai media internasional, termasuk The Sun dan The Times, reporter dari negara Australia tersebut tampil di siaran langsung dua hari lalu dari wilayah Livigno, Italia, satu dari beberapa kota penyelenggara Olimpiade, untuk sebuah segmen di program Channel Nine, Today.

Disana ia membuat serangkaian komentar yang tidak nyambung tentang harga kopi dan menyebutkan seekor hewan selama laporannya.

“Di sini baik-baik saja. Yang lebih perlu dibiasakan adalah harga kopi di Amerika Serikat. Saya tidak yakin tentang iguana. Kemana arah pembicaraan ini?. Perlu dicatat bahwa Los Angeles akan menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas pada tahun 2028,” ucapnya dalam siaran langsung saat itu dalam suhu di Livigno delapan derajat dibawah nol.

Dari situ, Mason mencoba melanjutkan segmennya, dimana ia berbicara tentang Lindsey Vonn, pemain ski legendaris yang harus menjalani operasi kelima setelah mengalami patah tulang tibia di awal kompetisi. Pembawa acara, Karl Stefanovic menyela dan mencoba menciptakan momen simpati dengannya. “Lihat, cuaca dingin itu satu hal. Hanya saja, bibirmu tidak bisa bergerak,” ujar Karl.

Sumber-sumber yang dikutip meninjau semakin pentingnya masalah ini seiring berjalannya waktu, hingga Perdana Menteri Australia Anthony Albanese ikut berkomentar, mendukung Danika Mason dan menyarankan perilaku sang reporter mungkin terkait dengan jet lag.

Di media sosial muncul reaksi yang simpatik dan juga yang lebih keras. Sementara seorang pengguna berkomentar kalau Mason bersenang-senang di Italia, pengguna lain menyerukan agar dia dikeluarkan dari jaringan televisi tersebut. "Jika itu bukan masalah kesehatan, dia harus segera dipecat: sangat tidak professional," ujar netizen.

Berita Terkait