NATO Dapatkan Rekomendasi Pengembangan Drone untuk Keamanan Arktik
Sumber Foto: Indo-Pacific Defense FORUM
Internasional

NATO Dapatkan Rekomendasi Pengembangan Drone untuk Keamanan Arktik

Sentry

Drone yang tahan terhadap kondisi kutub dan mampu beroperasi di berbagai ranah sangat penting untuk upaya penangkalan NATO di Arktik, demikian menurut laporan dari Center for European Policy Analysis (CEPA).

Armada sistem otonom nirawak (uncrewed autonomous system – UAS) lintas udara dan laut yang dirancang untuk beroperasi di lingkungan ekstrem kawasan itu akan memungkinkan aliansi keamanan yang beranggotakan 32 negara itu untuk memantau operasi militer Rusia dengan lebih cermat, demikian menurut laporan pada Desember 2025 itu. Selain drone kecil, pesawat nirawak seperti MQ-9 Reaper Angkatan Udara Amerika Serikat, yang telah efektif dalam mengumpulkan intelijen, dapat diadaptasi untuk mengisi kesenjangan pengawasan di kawasan Arktik yang sangat luas, demikian yang dilaporkan CEPA. Angkatan Udara A.S. juga tengah mengembangkan pesawat nirawak yang didukung kecerdasan buatan — yang dikenal sebagai drone “pengawal setia (loyal wingman)” — untuk melakukan misi bersama dengan, dan di bawah komando, pesawat tempur berawak yang dapat mencakup pesawat pengintai peringatan dini. Laporan itu mengatakan pengadaptasian drone semacam itu untuk operasi di Arktik layak untuk dipelajari.

Di Arktik, mencairnya es laut membuka jalur pengapalan baru dan akses ke sumber daya alam, yang meningkatkan aktivitas komersial dan militer. Tiongkok dan Rusia berinvestasi dalam kapabilitas nirawak mereka seiring dengan peningkatan kehadiran mereka di dalam Lingkaran Arktik (High North).

“Singkatnya, Arktik dan Eropa Utara, secara lebih luas, telah menjadi garis depan persaingan strategis,” ungkap Marsekal Angkatan Udara A.S. Alexus Grynkewich, yang menjabat sebagai Komandan Tertinggi Sekutu NATO di Eropa, dalam konferensi keamanan Swedia pada Januari 2026, demikian menurut publikasi Defense News yang berkantor pusat di A.S.

NATO menghadapi ancaman yang semakin meningkat seperti peperangan hibrida, pelanggaran wilayah udara, gangguan satelit, dan risiko terhadap infrastruktur bawah laut, demikian ungkap Alexus Grynkewich, yang juga memimpin Komando Pasukan A.S. di Eropa.

Komando Pertahanan Luar Angkasa Amerika Utara (North American Aerospace Defense Command – NORAD) telah mengamati perubahan dalam aktivitas Rusia di Arktik dan, pada tingkat yang lebih rendah, aktivitas Tiongkok dalam setahun terakhir ini, demikian menurut Marsekal Angkatan Udara A.S. Gregory Guillot, yang memimpin NORAD dan Komando Pasukan A.S. Wilayah Utara.

Penyusupan udara dan laut ke dalam berbagai zona tepat di luar Amerika Utara menjadi lebih sering terjadi dan lebih terkoordinasi, demikian ungkap Gregory Guillot kepada Canadian Broadcasting Corp. pada Januari 2026. “Menurut saya, perbedaan paling signifikan pada tahun 2025 adalah volumenya, volume yang terjadi secara bersamaan,” ungkapnya.

Seiring meningkatnya upaya penyusupan itu, NATO harus mengembangkan UAS untuk kondisi Arktik, yang menurut CEPA akan memungkinkan aliansi itu untuk mengupayakan strategi “penangkalan melalui deteksi.”

“Ini berarti mampu melacak patroli kapal selam Rusia yang meninggalkan Semenanjung Kola, memantau penerbangan pesawat di Laut Barents dan Bering, mengidentifikasi perubahan dalam infrastruktur dan postur pasukan Rusia di Arktik, dan mendeteksi potensi ancaman permukaan dan bawah permukaan terhadap infrastruktur penting,” ungkap laporan itu.

Angkatan Darat A.S. dan produsen drone melakukan eksperimen sistem kontra-UAS dan UAS berskala besar di Alaska pada November 2025 untuk mengevaluasi kinerja dalam kondisi dingin ekstrem.

“Dari sisi pertahanan, saya sangat puas dengan kinerja sistem yang telah kami bawa ke sana dari perspektif kontra-UAS. Saya sangat senang dengan cara sistem itu beroperasi dalam kondisi yang sulit,” ungkap Gregory Guillot.

Meskipun laporan CEPA mencatat bahwa drone tidak dapat sepenuhnya menggantikan kapabilitas tradisional, laporan itu menyatakan bahwa drone merupakan pengganda kekuatan yang sangat diperlukan di dalam Lingkaran Arktik (High North). Rekomendasi laporan itu untuk NATO meliputi:

Negara-negara anggota aliansi harus mempercepat pengadaan sistem nirawak yang dirancang khusus untuk operasi di kawasan Arktik, termasuk komponen seperti baterai tahan dingin dan sistem manajemen panas yang lebih baik.

Penempatan awal suku cadang di berbagai pangkalan di seluruh wilayah di dalam Lingkaran Arktik (High North) sangat penting untuk mempertahankan tingkat misi penerbangan UAS yang tinggi dalam kondisi cuaca ekstrem.

Mempertimbangkan upaya membentuk unit drone dengan pelatihan khusus untuk membebaskan pesawat dan kapal berawak agar dapat digunakan untuk misi lain.

“Dekade berikutnya merupakan jendela peluang yang menentukan,” demikian yang dilaporkan CEPA, yang menekankan bahwa negara-negara yang beradaptasi paling cepat terhadap tantangan di dalam Lingkaran Arktik (High North) akan mengembangkan “arsitektur keamanan yang mampu menangkal dan mengalahkan ancaman yang muncul.”

Sentry merupakan majalah militer profesional yang diterbitkan oleh Komando Strategis A.S. untuk menyediakan forum bagi personel keamanan nasional.