Penolakan Sekutu NATO atas Serangan AS ke Iran Memicu Ketegangan Baru
Sumber Foto: Serambinews.com
Internasional

Penolakan Sekutu NATO atas Serangan AS ke Iran Memicu Ketegangan Baru

Ringkasan Berita:

Hal ini memunculkan pertanyaan baru tentang soliditas NATO di tengah eskalasi yang terjadi.

Spanyol menolak memberikan izin kepada AS untuk menggunakan sejumlah pangkalan militernya guna melancarkan serangan ke Iran.

SERAMBINEWS.COM - Menteri Perang AS Pete Hegseth memperingatkan bahwa sejumlah sekutu tradisional Amerika Serikat “ragu-ragu dalam penggunaan kekuatan” ketika Washington terus melanjutkan kampanyenya terhadap Iran.

Hal ini memunculkan pertanyaan baru tentang soliditas NATO di tengah eskalasi yang terjadi.

Spanyol menolak memberikan izin kepada AS untuk menggunakan sejumlah pangkalan militernya guna melancarkan serangan ke Iran.

Madrid menyerukan deeskalasi dan kepatuhan terhadap hukum internasional.

Turki juga mengkritik operasi tersebut dan memperingatkan potensi destabilisasi kawasan yang lebih luas.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan, mengatakan dirinya “bersedih” atas kematian Ayatollah Ali Khamenei dan membantah bahwa wilayah Turki digunakan dalam serangan tersebut.

Dalam pernyataan yang dirilis Sabtu, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa “pecahnya perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran membawa konsekuensi serius bagi perdamaian dan keamanan internasional.”

Ia menambahkan, “Eskalasi yang sedang berlangsung berbahaya bagi semua pihak. Ini harus dihentikan.”

Hegseth Tegaskan Misi Tiga Bagian yang “Jelas”

Dalam konferensi pers hari Senin, Hegseth membandingkan Israel dengan sekutu-sekutu yang ia nilai ragu-ragu.

“Israel memiliki misi yang jelas, dan untuk itu kami berterima kasih. Mitra yang mampu adalah mitra yang baik, tidak seperti banyak sekutu tradisional kita yang gelisah dan terus ragu dalam penggunaan kekuatan,” ujarnya.

Presiden AS Donald Trump juga menyuarakan kekecewaannya terhadap keraguan para sekutu.

Dalam wawancara dengan The Daily Telegraph, Trump mengatakan dirinya “sangat kecewa” terhadap Perdana Menteri Inggris Keir Starmer karena sempat memblokir penggunaan pangkalan Inggris oleh AS, dan menilai Starmer membutuhkan “waktu terlalu lama” untuk mengubah sikap.

Inggris kemudian mengizinkan penggunaan fasilitas penting, termasuk Diego Garcia, setelah sebelumnya menyampaikan keberatan hukum dan menyusul serangan drone terhadap RAF Akrotiri di Siprus.