Pentingnya Radio dalam Masyarakat: Memperingati Hari Radio Sedunia
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Hari Radio Sedunia yang diperingati setiap 13 Februari menjadi momentum untuk mengingat kembali peran penting radio sebagai media informasi, pendidikan, dan hiburan yang menjangkau masyarakat luas. Sejak ditemukan pada akhir abad ke-19 hingga memasuki era digital, radio terus bertransformasi dan tetap relevan di tengah perkembangan teknologi komunikasi.
Sejarah radio bermula dari penemuan gelombang elektromagnetik oleh Heinrich Hertz pada 1886 dan pengembangan telegraf nirkabel oleh Guglielmo Marconi pada 1894–1896. Radio kemudian berkembang dari alat komunikasi maritim menjadi media massa pada 1920-an, termasuk penyempurnaan frekuensi modulasi (FM) oleh Edwin Armstrong pada 1933.
Di Indonesia, siaran radio mulai berkembang pada 1925 dan menjadi sarana penting dalam perjuangan serta penyebaran informasi. Radio Republik Indonesia (RRI) yang berdiri pada 11 September 1945 berperan besar dalam menyiarkan kabar kemerdekaan ke berbagai daerah.
Memasuki era konvergensi media, radio tidak lagi terbatas pada siaran frekuensi AM atau FM. Radio kini hadir melalui layanan streaming dan berbagai platform digital yang memperluas jangkauan audiens sekaligus memperkuat eksistensinya sebagai media yang adaptif dan berkelanjutan.
Dilansir dari un.org, Hari Radio Sedunia diproklamasikan UNESCO pada 2011 dan didukung Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Resolusi A/RES/67/124 pada 2012. Tanggal 13 Februari dipilih bertepatan dengan hari berdirinya Radio Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 1946.
Radio menjadi media efektif untuk merayakan kemanusiaan dalam keberagaman sekaligus menjadi platform wacana demokratis. Di tingkat global, radio tetap menjadi salah satu media yang paling banyak dikonsumsi masyarakat.
Kemampuan radio dalam menjangkau khalayak luas menjadikannya sarana strategis untuk membangun pemahaman publik tentang keberagaman. Radio juga menjadi ruang bagi berbagai suara untuk berbicara, diwakili, dan didengar secara setara.
Stasiun radio dituntut melayani komunitas yang beragam melalui program, sudut pandang, dan konten yang bervariasi. Selain itu, radio perlu mencerminkan keberagaman audiens atau pendengar.
Sebagai media berbiaya relatif rendah, radio efektif menjangkau masyarakat di daerah terpencil dan kelompok rentan. Radio juga berperan penting dalam komunikasi darurat serta penyampaian informasi saat terjadi bencana.
Kata Kunci / Tags
Sejarah Hari Radio Sedunia Hari Radio sedunia radio Radio Republik Indonesia




