Peringatan Hari Pembebasan Kuwait: Mengenang Kemerdekaan dari Pendudukan Irak
Latar News - RRI.CO.ID, Kuwait - Hari Pembebasan Kuwait diperingati setiap tahun pada tanggal 26 Februari. Berdasarkan laman National Today, peringatan penting ini dijadikan sebagai hari libur. Tujuannya untuk mengenang kebebasan Kuwait dari pendudukan Irak pada tahun 1991.
Mulanya, Kuwait adalah desa nelayan kecil pada tahun 1600-an. Seiring berjalannya waktu, saat berakhirnya protektorat Inggris, pada tahun 1991 Kuwait akhirnya mendapat kemerdekaan.
Namun sebelum kemerdekaannya, pada hari kedua bulan Agustus tahun 1990, pasukan Irak mengebom kota Kuwait karena perseteruan atas pendapatan ladang minyak. Enam hari usai peristiwa pengeboman, pemerintah Kuwait lantas digantikan oleh gubernur Irak.
Hal ini lantas menimbulkan kemarahan, bahkan hingga global ketika invasi meluas. Karena tak adanya kemajuan melalui jalur diplomatik, maka Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa pun memberi Irak batas waktu 15 Januari 1991 untuk meninggalkan Kuwait.
Namun, hal itu tidak diindahkan oleh Irak sampai tenggat waktu berlalu. Akhirnya, Amerika Serikat turun tangan dengan memerintahkan pasukan koalisi untuk memulai serangan terhadap pasukan Irak pada 17 Januari 1991.
Serangan itu dikenal sebagai Operasi Badai Gurun. Akibat serangan tersebut, pasukan Irak menunjukkan ketidakmampuan mereka dalam melawan pasukan koalisi. Hingga akhirnya tanggal 26 Februari 1991, tank-tank Irak pergi meninggalkan Kuwait.
Tanggal itulah yang ditetapkan sebagai Hari Pembebasan Kuwait dan diperingati setiap tahunnya hingga sekarang. Kini Kuwait dikenal sebagai negara yang makmur, aman, dan hampir sepenuhnya bebas dari kejahatan.




