Polisi Selidiki Asal-Usul Tabung Gas Berwarna Pink di Apartemen Lula Lahfah
Sumber Foto: ANTARA News
Asal Perkara

Polisi Selidiki Asal-Usul Tabung Gas Berwarna Pink di Apartemen Lula Lahfah

Jakarta (ANTARA) - Kepolisian Daerah Metro Jaya saat ini tengah melakukan penyelidikan terkait asal-usul tabung gas berwarna pink atau yang dikenal sebagai whip pink, yang ditemukan di apartemen pemengaruh Lula Lahfah. Penemuan ini terjadi pada Jumat, 23 Januari 2023, saat olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah Lula Lahfah dinyatakan meninggal dunia.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya belum berhasil mendapatkan bukti pembelian tabung tersebut. Namun, penyelidik terus mendalami dari mana barang itu dikirim. "Ini kan sudah mendalami," ujarnya dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta.

Meskipun kasus Lula Lahfah telah dihentikan dalam proses penyelidikan, Budi menambahkan bahwa kepolisian masih memantau peredaran dan penggunaan, serta potensi penyalahgunaan tabung gas N2O dengan menggandeng Direktorat Tindak Pidana Narkoba dan Kementerian Kesehatan.

Tabung whip pink yang ditemukan di kamar asisten almarhum berukuran 2.050 gram dan akan dilaksanakan pemeriksaan DNA sentuhan. Selain itu, juga ditemukan kotak berwarna pink yang berisi 44 tablet obat-obatan, yang juga akan diperiksa.

Kepolisian sebelumnya telah menemukan obat-obatan dan surat rawat jalan di apartemen tersebut. Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Murodih, menyatakan bahwa tidak terdapat tanda-tanda penganiayaan pada tubuh almarhum, meskipun obat-obatan dan surat rawat jalan dari RSPI ditemukan di lokasi kejadian.

Terkait dengan isu dugaan overdosis yang beredar di masyarakat, Kombes Budi Hermanto menjelaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Ia meminta kepada publik agar tidak berspekulasi dan untuk menghormati keluarga almarhum. "Tujuan kita menyampaikan berita yang tidak bias. Isu-isu di luar itu, ayo kita hormati keluarga almarhum, kita jaga simpati dan empati," tuturnya.