Polisi Telusuri Asal Tabung Whip Pink di Apartemen Lula Lahfah Meski Kasus Dihentikan
Kepolisian masih melakukan penelusuran mendalam terkait asal-usul tabung gas berwarna merah muda, yang dikenal sebagai whip pink, yang ditemukan di apartemen pemengaruh media sosial Lula Lahfah di Jakarta Selatan. Meskipun perkara utama terkait Lula Lahfah telah dihentikan pada tahap penyelidikan, pengusutan terhadap peredaran dan penggunaan tabung N2O tersebut tetap berlangsung secara terpisah.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengungkapkan bahwa hingga saat ini, penyidik belum menemukan bukti transaksi pembelian tabung tersebut. "Kalau bukti pembelian kita masih belum dapatkan, tetapi penyelidik sudah mendalami dari mana asal-usul barang itu dikirim," kata Budi.
Ia menegaskan bahwa pendalaman kasus tidak akan berhenti meskipun kasus yang menjerat Lula Lahfah tidak berlanjut ke tahap penyidikan. Polisi bekerja sama dengan Direktorat Tindak Pidana Narkoba serta Kementerian Kesehatan untuk memantau potensi penyalahgunaan tabung N2O di masyarakat. Upaya ini dilakukan sebagai langkah pencegahan agar kasus serupa tidak terulang, terutama di kalangan anak muda dan figur publik.
Tabung whip pink tersebut ditemukan di kamar asisten almarhum saat tim gabungan melakukan olah tempat kejadian perkara. Selain tabung gas, penyidik juga menemukan sejumlah barang lain yang kini tengah menjalani pemeriksaan lanjutan. Satu tabung whip pink dengan berat sekitar 2.050 gram telah diamankan untuk dilakukan pemeriksaan DNA sentuhan atau touch DNA. Selain itu, polisi juga menyita satu kotak berwarna pink yang berisi 44 tablet obat-obatan untuk kepentingan pemeriksaan forensik.
Budi menyampaikan bahwa proses digital forensik masih terus dilakukan untuk menelusuri jejak pengiriman barang tersebut. "Iya, masih, kalau digital forensik masih dilakukan," ujarnya.
Terkait isu yang berkembang di publik mengenai dugaan overdosis, pihak kepolisian dengan tegas membantah kabar tersebut. Budi meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya penjelasan kepada pihak berwenang. "Tujuan kita menyampaikan berita yang tidak bias, isu-isu di luar itu ayo kita hormati keluarga almarhum, kita jaga simpati dan empati," katanya.
Sebelumnya, polisi juga menemukan bercak darah di dalam unit apartemen yang ditempati Lula Lahfah. Penemuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pemeriksaan awal setelah Lula Lahfah dinyatakan meninggal dunia. Pada malam kejadian, aparat dari Polres Metro Jakarta Selatan mendapati obat-obatan dan surat rawat jalan di lantai 25 apartemen tersebut. Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Murodih menyatakan bahwa temuan itu tercatat saat petugas melakukan pengecekan pada Jumat malam sekitar pukul 18.44 WIB. "Tidak ada tanda-tanda penganiayaan, namun ditemukan obat-obatan dan surat rawat jalan dari RSPI," ujar Murodih.
Hingga saat ini, kepolisian memastikan tidak ditemukan unsur kekerasan fisik dalam peristiwa tersebut. Namun, polisi menegaskan akan tetap membuka ruang pengembangan apabila ada fakta baru yang muncul di kemudian hari. Kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak menyikapi informasi yang beredar dan tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi. Proses pemantauan peredaran tabung whip pink diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperketat pengawasan terhadap barang-barang yang berpotensi disalahgunakan.




