Profil 11 Panelis Debat Cawapres 2024
Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengumumkan sebelas panelis yang akan terlibat dalam debat calon wakil presiden (cawapres) 2024. Pemilihan panelis tersebut dilakukan berdasarkan keterkaitan latar belakang mereka dengan isu-isu ekonomi yang akan dibahas dalam debat, seperti ekonomi kerakyatan, ekonomi digital, keuangan, investasi, perpajakan, perdagangan, serta pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), infrastruktur, dan isu perkotaan.
Ketua KPU, Hasyim Asy'ari, menjelaskan bahwa panelis yang terpilih memiliki keahlian yang relevan dengan tema debat, yang secara umum akan berfokus pada ekonomi. Sebelum debat, para panelis akan menjalani karantina selama tiga hari untuk merumuskan pertanyaan yang akan diajukan kepada para calon.
Profil Panelis Debat Cawapres 2024
- Alamsyah Saragih: Anggota Ombudsman RI (2018-2020), berpengalaman sebagai pengacara dan peneliti dalam bidang ekonomi kerakyatan.
- Adhitya Wardhono: Seorang ekonom dan pengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember, memiliki latar belakang dalam penelitian ekonomi kerakyatan dan digital.
- Agustinus Prasetyantoko: Ekonom yang menjabat sebagai Rektor Universitas Katolik Indonesia (2015-2023), berpengalaman dalam ekonomi dan kebijakan pemerintah.
- Fauzan Al Rasyid: Dekan Fakultas Syariah dan Hukum di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, fokus pada penelitian ekonomi syariah dan hukum.
- Hendri Saparini: Ekonom dan pendiri CORE Indonesia, berpengalaman dalam penelitian ekonomi pembangunan nasional.
- Hyronimus Rowa: Wakil Rektor bidang Akademik dan Inovasi IPDN, memiliki pengalaman dalam penelitian kebijakan pemerintah dan pengembangan nasional.
- Poppy Ismalina: Associate Professor di Departemen Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, berfokus pada penelitian ekonomi pengembangan nasional.
- Retno Agustina Ekaputri: Rektor Universitas Bengkulu (2021-2025), berpengalaman dalam ekonomi dan kebijakan pemerintah.
- Suharnomo: Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro, berfokus pada penelitian ekonomi pengembangan nasional.
- Tauhid Ahmad: Direktur Eksekutif INDEF dan dosen di FEB Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, memiliki latar belakang dalam penelitian ekonomi pengembangan nasional.




