Rudal Iran Dihancurkan NATO Sebelum Masuk Wilayah Turkiye
Sumber Foto: Kompas.com
Internasional

Rudal Iran Dihancurkan NATO Sebelum Masuk Wilayah Turkiye

ANKARA, KOMPAS.com – Sebuah rudal balistik dari Iran yang mengarah ke wilayah udara Turkiye berhasil dihancurkan oleh sistem pertahanan udara NATO.

Kementerian Pertahanan Turkiye dalam pernyataannya pada Rabu (4/3/2026) menyebut, sistem pertahanan udara dan rudal NATO yang ditempatkan di Mediterania timur bertindak cepat untuk mencegat ancaman tersebut.

“Sebuah rudal balistik yang diluncurkan dari Iran, yang terdeteksi melintas di wilayah udara Irak dan Suriah dan mengarah ke wilayah udara Turkiye, telah dihadapi secara tepat waktu oleh aset pertahanan udara dan rudal NATO yang ditempatkan di Mediterania timur dan berhasil dinonaktifkan,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan kawasan setelah Iran meluncurkan serangan balasan akibat operasi militer gabungan AS-Israel pada Sabtu (28/2/2026).

Pemerintah Turkiye pun memperingatkan Teheran agar tidak mengambil langkah yang dapat memperluas konflik.

Pecahan rudal jatuh di Hatay

Kementerian menambahkan, pecahan rudal yang jatuh di Distrik Dortyol, Provinsi Hatay, diidentifikasi sebagai bagian dari munisi pertahanan udara yang digunakan untuk mencegat ancaman tersebut setelah rudal dihancurkan di udara.

“Fragmen munisi yang jatuh di distrik Dortyol, provinsi Hatay, diidentifikasi sebagai bagian dari munisi pertahanan udara yang mencegat ancaman tersebut setelah dihancurkan di udara,” kata kementerian.

Pihak berwenang memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka akibat insiden itu.

Pemerintah Turkiye juga menegaskan komitmennya untuk melindungi kedaulatan wilayahnya.

“Setiap langkah yang diperlukan untuk mempertahankan wilayah udara kami akan diambil secara tegas dan tanpa ragu,” tegas pernyataan tersebut.

“Kami menegaskan kembali bahwa kami berhak untuk merespons setiap tindakan bermusuhan yang ditujukan terhadap negara kami.”

Turkiye peringatkan Iran agar hindari eskalasi

Pasca-insiden tersebut, Ankara memperingatkan Teheran agar tidak mengambil tindakan yang dapat memperluas konflik.

Menteri Luar Negeri Turkiye, Hakan Fidan, disebut telah berbicara melalui sambungan telepon dengan mitranya dari Iran.

Menurut sumber kementerian, dalam percakapan itu, Fidan menegaskan bahwa, “Setiap langkah yang dapat menyebabkan meluasnya konflik harus dihindari.”

Peran pangkalan udara Incirlik

Insiden ini juga menyoroti arti strategis Pangkalan Udara Incirlik di Turkiye. Incirlik Air Base digunakan oleh kekuatan militer asing, terutama Amerika Serikat dan sekutu NATO lainnya.

Meski berada di bawah kendali Angkatan Udara Turkiye, pangkalan tersebut beroperasi sebagai fasilitas gabungan Turkiye–AS.

Incirlik memainkan peran penting sebagai lokasi logistik dan dukungan udara bagi operasi yang dipimpin AS di Irak selama Perang Teluk 1991. Pangkalan itu juga menjadi pusat kargo untuk operasi di Irak dan Afghanistan.

Turkiye sempat menolak izin penggunaan pangkalan tersebut untuk invasi pimpinan AS ke Irak pada 2003. Namun, sejak 2014, Incirlik banyak digunakan untuk serangan terhadap kelompok ISIS.