Sekjen NATO: Aktivasi Pasal 5 Belum Diperlukan Pasca Insiden Rudal Iran
Latar News -
Bagikan:
JAKARTA - Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Mark Rutte mengatakan kepada Reuters pada Hari Kamis, penembakan jatuh rudal balistik yang menuju Turki oleh pertahanan udara NATO tidak memberikan alasan langsung untuk mengaktifkan klausul pertahanan bersama Pasal 5 aliansi tersebut.
"Tidak ada yang membicarakan Pasal 5," kata Rutte, melansir Al Arabiya dari Reuters (5/3).
"Yang terpenting adalah bahwa musuh kita telah melihat kemarin bahwa NATO sangat kuat dan sangat waspada, dan bahkan lebih waspada, jika memungkinkan, sejak Hari Sabtu," tambahnya.
Sebelumnya, Turki mengatakan pertahanan udara NATO menghancurkan rudal balistik Iran saat menuju wilayah udara Turki pada Hari Rabu, menandai pertama kalinya anggota aliansi tersebut terlibat dalam konflik Timur Tengah dan meningkatkan kemungkinan perluasan yang melibatkan sekutu bloknya.
Sementara itu, Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran pada Hari Kamis membantah telah menembakkan rudal ke Turki, mengatakan Republik Islam menghormati kedaulatan Turki yang "ramah", menurut pernyataan yang dimuat oleh media Iran.
Diketahui, Pasal 5 aliansi NATO menetapkan serangan terhadap salah satu anggota aliansi merupakan serangan terhadap semua anggota lainnya.
Sekjen Rutte mengatakan NATO mendukung Amerika Serikat dalam serangannya terhadap Iran karena negara itu "hampir menjadi ancaman bagi Eropa juga."
BACA JUGA:
| BERITA
Kremlin Tegaskan Iran Tidak Meminta Pasokan Senjata dari Rusia
05 Maret 2026, 21:30
| BERITA
Bela Serangan ke Iran, Trump: Jika Kita Tidak Menyerang, Mereka akan Miliki Senjata Nuklir
05 Maret 2026, 19:30
| BERITA
Washington Klaim Spanyol Setuju Kerja Sama Perangi Iran, Madrid Membantah
05 Maret 2026, 18:30
| BERITA
Naim Qassem Tegaskan Hizbullah akan Menghadapi Agresi Amerika Serikat-Israel
05 Maret 2026, 17:30
| BERITA
Pentagon Klaim Tewaskan Pemimpin Iran yang Berperan dalam Rencana Pembunuhan Trump
05 Maret 2026, 14:30
Diketahui, AS dan Israel menggelar "Operation Epic Fury" versi Washington atau "Operation Roaring Lion" versi Tel Aviv yang ditujukan ke Iran pada Hari Sabtu, dikutip dari ABC.
Serangan itu menyebabkan ratusan korban tewas di Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah pejabat senior Tehran.
Saat perang AS-Iran memasuki hari keenam, konflik telah meluas melampaui negara-negara Teluk dan ke Asia, mengguncang pasar global dan mendorong ribuan turis dan penduduk yang terdampar untuk mencoba melarikan diri dari Timur Tengah.
Tag: internasional iran amerika serang iran nato sekjen nato mark rutte amerika serikat israel turki
Tag Terpopuler
#prabowo subianto #donald trump #ibadah haji 2026 #krisis bbm #konflik timur tengah
Populer
| BERITA
Waketum Kadin Absen, Sidang Gugatan Rp20 Miliar Kadin Jabar Ditunda
22 Mei 2026, 00:45
| BERITA
Warga Israel Kutuk Ulah Ben Gvir Umumnya Takut Citra Negaranya di Luar Negeri Rusak
22 Mei 2026, 00:38
| BERITA
IRGC Iran Izinkan 31 Kapal Komersial Melintasi Selat Hormuz dalam 24 Jam
22 Mei 2026, 00:08
| BERITA
Jepang Pangkas 67,2 Persen Impor Minyak dari Timur Tengah
22 Mei 2026, 00:01
Terkait
| BERITA
Pertahanan Udara NATO Jatuhkan Rudal Balistik Iran yang Memasuki Wilayah Udara Turki
09 Maret 2026, 21:45
| BERITA
Sekjen Rutte Peringatkan Rusia Bisa Siap Menyerang NATO dalam 5 Tahun
12 Desember 2025, 11:15
| BERITA
NATO Dinilai Perlu Tingkatkan Pertahanan Udara, Kremlin Nilai Konfrontatif
10 Juni 2025, 04:00
| BERITA
Jerman Dukung Peningkatan Anggaran Belanja Pertahanan Anggota NATO Menjadi 5 Persen dari PDB
16 Mei 2025, 06:00
| BERITA
Peringatkan AS dan Eropa, Sekjen NATO: Ini Bukan saatnya untuk Bertindak Sendiri
27 Maret 2025, 14:00
| BERITA
Kritik Produksi Senjata Aliansi, Sekjen NATO: Tidak Cukup, Mahal dan Pengiriman Lambat
05 Desember 2024, 09:00
© 2026 VOI - Waktunya Merevolusi Pemberitaan
Tentang Kami | Tim Redaksi | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Kebijakan Privasi | Kode Etik Jurnalistik | Sitemap




