Televisi Nasional Tetap Menarik di Era Digital dengan Konten Lokal
Konsumsi TV nasional pada 2025 masih kuat. Waktu menonton meningkat, rating stabil, dan konten lokal dinilai kunci menjaga relevansi media.
emtek
Managing Director EMTEK, Sutanto Hartono mengakui penerimaan iklan TV dari tahun ke tahun mengalami penyesuaian seiring dengan dinamika industri saat ini. Namun, tidak dengan penontonnya. Jumlah penonton televisi saat ini cenderung meningkat.
Berdasarkan data konsumsi TV di Indonesia pada 2025, rata-rata masyarakat menonton TV free-to-air (FTA) selama 4 jam 50 menit per hari. Jumlah itu naik 3 persen dibandingkan 2023. Dengan rating rata-rata 10.9, TV tetap menjadi media berdaya jangkau luas.
“TV itu masih sangat populer bagi masyarakat Indonesia. Bahkan, kalau kita lihat di sini terjadi peningkatan sebesar 3 persen dibanding tahun 2023,” ujar Sutanto dalam acara Workshop Awal Tahun 2026 Dewan Pers bertajuk ‘Memandang Masa Depan Media: Sinergi Bisnis, Tren Periklanan, dan Integritas di Era Hiper-Konektivitas di Hall Dewan Pers, Jakarta Pusat Kamis (5/2).
Melayani Generasi Muda
Oleh sebab itu, untuk mempertahankan jumlah penonton setia televisi, maka pihaknya berkeyakinan bahwa konten lokal merupakan harapan besar.
Pasalnya, preferensi audiens Indonesia hingga kini masih berpihak pada konten dalam negeri, baik di televisi, bioskop, maupun platform digital. Di sisi lain, perusahaan juga harus adaptif dengan perubahan demografi masyarakat Indonesia.
“Sekarang mayoritas penonton itu adalah anak muda. Jadi kalau kita tidak mau ditinggalkan mayoritas penonton, kita juga harus bisa melayani penonton paling banyak, yaitu anak muda,” jelasnya.
Di EMTEK Media, pihaknya telah melakukan hal itu. Ia menyontohkan beberapa sinetron yang sudah menyesuaikan dengan tema generasi muda. Sebagai contoh Asmara Gen Z, Beri Cinta Waktu, dan Merangkai Kisah Indah.
“Dan ternyata, ini cukup working,” ungkap dia.
Dengan demikian, temuan tersebut memberi sinyal positif bagi industri media nasional yang tengah tertekan oleh peralihan belanja iklan ke platform digital global.
Ia menilai, daya tarik konten lokal menjadi peluang strategis yang perlu dioptimalkan media nasional untuk menjaga relevansi sekaligus daya saing.
ADVERTISEMENT




