Tingkat Pengangguran Terbuka di Sulawesi Utara: Tantangan Urbanisasi dan Pengangguran Terpelajar
Sumber Foto: kabarprima.com
Sosial

Tingkat Pengangguran Terbuka di Sulawesi Utara: Tantangan Urbanisasi dan Pengangguran Terpelajar

Latar News - Dinamika TPT di Sulawesi Utara: Pakar ABK Primaniyarta Sebut Pengangguran Terpelajar Sebagai Salah Satu Penyebabnya

Yoan Purnamasari M. Bahalau, S.E., M.E. (Dosen Akadademi Bisnis dan Keuangan Primaniyarta Manado)

Kabarprima.com – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) adalah salah satu indikator penting dalam mengukur kesehatan ekonomi suatu daerah, yang mencerminkan persentase penduduk yang secara aktif mencari pekerjaan namun belum mendapatkannya. Di Indonesia, TPT Perkotaan menjadi perhatian utama, khususnya di provinsi-provinsi dengan urbanisasi tinggi seperti Sulawesi Utara, yang mencakup kota-kota besar seperti Manado.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di kawasan perkotaan Provinsi Sulawesi Utara mengalami penurunan antara 2020 hingga 2024, meskipun beberapa kota masih mencatatkan tingkat pengangguran yang cukup tinggi. Manado mencatat penurunan signifikan dari 13,88 persen pada 2020 menjadi 8,73 persen pada 2024, sementara Bitung berkurang dari 10,23 persen menjadi 7,51 persen, dan Tomohon dan Kotamobagu menunjukkan fluktuasi namun tetap mengikuti tren penurunan.

Menurut pakar kebijakan moneter dan fiskal, Yoan Purnamasari M. Bahalau, S.E., M.E., menilai pandemi COVID-19 yang melanda dunia pada tahun 2020 memberikan guncangan besar terhadap perekonomian global, termasuk di Sulawesi Utara. Di awal pandemi, banyak pekerja, terutama di sektor swasta, yang terpaksa dirumahkan atau bahkan diberhentikan akibat penurunan aktivitas ekonomi dan menyebabkan peningkatan signifikan dalam TPT pada tahun 2020.

Namun, saat fase pemulihan dimulai, dengan dukungan pemerintah melalui program vaksinasi dan pembagian masker, ekonomi Sulawesi Utara kembali pulih secara perlahan. Lapangan pekerjaan mulai terbuka kembali, terutama di sektor jasa yang sempat terhenti akibat pandemi. Hal ini membantu menurunkan TPT, meski belum sepenuhnya mengatasi masalah pengangguran.

“Dengan upaya pemerintah melalui pemberdayaan pembagian masker dan vaksin, masyarakat lebih tahan terhadap virus tersebut, dan perlahan-lahan ekonomi di Sulawesi Utara mulai kembali pulih,” ungkapnya.

Meskipun pemulihan ekonomi telah berjalan, angka pengangguran di wilayah perkotaan masih tinggi. Yoan menjelaskan bahwa hal ini disebabkan oleh urbanisasi, di mana banyak orang yang pindah ke kota untuk mencari pekerjaan, namun akhirnya tidak mendapatkan pekerjaan dan tetap menganggur.

Yoan, yang juga merupakan Dosen Akademi Bisnis dan Keuangan Primaniyarta Manado, menyebut bahwa banyak orang yang datang ke kota tanpa kualifikasi yang cukup. Ia menjelaskan bahwa sektor perdagangan dan jasa di kota ini sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi makro, dan banyak pendatang yang tidak memiliki ijazah yang memadai, padahal sektor jasa membutuhkan paling tidak ijazah SMA atau sarjana.

Yoan juga menyoroti fenomena “ pengangguran terpelajar ” di Sulawesi Utara, khususnya di Manado, di mana banyak lulusan universitas mengharapkan pekerjaan dengan gaji tinggi. Ia menjelaskan bahwa banyak lulusan universitas ternama di Manado yang memiliki ekspektasi tinggi, namun lapangan pekerjaan di Sulawesi Utara masih terbatas, sehingga banyak dari mereka yang merasa enggan bekerja di luar atau di bawah tingkat pendidikan mereka.

“Di Manado, banyak mahasiswa lulusan universitas ternama yang justru memiliki ekspektasi tinggi setelah lulus. Tapi lapangan pekerjaan di Sulawesi Utara, khususnya di perkotaan, masih kurang, dan banyak dari mereka yang terjebak dengan status sarjana, merasa tidak pantas bekerja di luar atau di bawah status pendidikan mereka,” ujarnya.

Pemerintah Sulawesi Utara terus berupaya menurunkan TPT dengan melaksanakan berbagai inisiatif, salah satunya melalui penyelenggaraan job fair yang melibatkan perusahaan dari berbagai sektor. Selain itu, pemerintah juga mengadakan program pelatihan untuk mengembangkan keterampilan masyarakat di berbagai bidang, yang diharapkan dapat membantu mereka dalam mencari pekerjaan atau membangun usaha.

Salah satu peneliti dalam jurnal “ Analisis Komparatif Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Wilayah Perkotaan Provinsi Sulawesi Utara ” memberikan solusi untuk mengatasi angka pengangguran di daerah tersebut, salah satunya melalui pemberdayaan ekonomi kreatif dan UMKM. Ia menjelaskan bahwa sektor UMKM di Sulawesi Utara telah berkembang pesat, dengan banyak anak muda yang terlibat, baik sebagai pengusaha maupun pekerja.

Yoan juga memberikan contoh positif dari kampus ABK Primaniyarta yang menyediakan program beasiswa dengan biaya kuliah yang digratiskan, serta kesempatan bagi mahasiswa untuk bekerja di bisnis holding kampus. Dengan sistem ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pendidikan, tetapi juga pengalaman kerja, yang dapat membantu mereka memasuki dunia kerja setelah lulus.

Berita Pilihan

Brilliant Brain Indonesia, Sukses Laksanakan Inagurasi 1

Astaga, Bangkai Ayam Ratusan Ekor Dibuang di Pinggir Jalan Gunung Potong

Diduga Menghina Talaud, Wali Kota Manado Dipolisikan

Tiang Listrik Jadi Korban Politik di Manado

Lambat Mengungkap Kasus Kematian Seorang Jurnalis, AJI Manado Duga “Ada Keterlibatan Orang Besar”.

Meskipun Mulai Membaik, Namun Kualitas Udara Jakarta Masih Dikategorikan Tidak Sehat

BBI Pusat Sarapung, Sukses Laksanakan Try Out Pertama. Ini Harapan CEO

Viral, Siswa Peraih Juara 1 Renang di Tomohon, Kecewa Tidak Ikut Lomba O2SN Tingkat Provinsi

Berita Terbaru

Mengenal Anjuran Tidak Makan dan Minum Sebelum Shalat Idul Adha

Usung Konsep Berkelanjutan, Satu Tim P2MW ABK Primaniyarta Manado Lolos Pendanaan

Indonesia Digital Outlook 2026: Peta Jalan Transformasi Digital di Era Kecerdasan, Integritas, dan Dampak

Insentif Fiskal untuk UMKM dan Pekerja: Stimulus yang Tepat Sasaran atau Sekadar Pemborosan Anggaran?

Hindari WhatsApp Diretas, Sederet Fitur Untuk Mencegah Kehilangan Akun

Bahaya Kesenjangan Sosial, Kemdiktisaintek Soroti 289 Ribu Mahasiswa Putus Kuliah

Keistimewaan Dzulhijjah, Puasa Tarwiyah dan Arafah Jelang Idul Adha

Defisit APBN Menyusut Jadi 0,64 Persen: Apa Artinya bagi Rakyat?

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment *

Name *

Email *

Website

Save my name, email, and website in this browser for the next time I comment.