Tolak Serangan AS, Spanyol dan Turki Pertanyakan Solidaritas NATO
fin.co.id - Ketegangan global kembali meningkat setelah kampanye militer Amerika Serikat terhadap Iran memicu reaksi beragam dari sekutu-sekutu tradisionalnya.
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, secara terbuka memperingatkan bahwa sejumlah sekutu utama Washington terlihat “ragu-ragu dalam penggunaan kekuatan”.
Pernyataan itu memunculkan pertanyaan besar: apakah solidaritas aliansi Barat, khususnya NATO, sedang diuji dalam salah satu momen paling krusial dalam beberapa tahun terakhir?
Spanyol dan Turki Ambil Sikap Berbeda
Retaknya solidaritas mulai terlihat ketika Spanyol menolak memberikan izin kepada AS untuk menggunakan sejumlah pangkalan militernya sebagai titik peluncuran serangan ke Iran. Madrid secara tegas menyerukan deeskalasi dan kepatuhan terhadap hukum internasional.
Sikap serupa juga datang dari Turki. Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan, mengaku “bersedih” atas kematian Ayatollah Ali Khamenei dan membantah bahwa wilayah Turki digunakan dalam operasi militer tersebut. Ankara bahkan memperingatkan bahwa operasi itu berpotensi mendestabilisasi kawasan lebih luas.
Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan bahwa pecahnya perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran membawa konsekuensi serius bagi perdamaian global. Ia menegaskan bahwa eskalasi yang sedang berlangsung berbahaya dan harus segera dihentikan.
Hegseth: Israel Tegas, Sekutu Lain Gelisah
Dalam konferensi pers, Hegseth membandingkan sikap Israel dengan beberapa sekutu Eropa.
“Israel memiliki misi yang jelas, dan untuk itu kami berterima kasih. Mitra yang mampu adalah mitra yang baik, tidak seperti banyak sekutu tradisional kita yang gelisah dan terus ragu dalam penggunaan kekuatan,” ujarnya.
Presiden AS, Donald Trump, juga menyampaikan kekecewaan terhadap Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Trump mengaku “sangat kecewa” karena Inggris sempat memblokir penggunaan pangkalan militernya oleh AS.
Namun kemudian, Inggris mengizinkan penggunaan fasilitas strategis termasuk Diego Garcia, setelah muncul kekhawatiran keamanan menyusul serangan drone terhadap RAF Akrotiri di Siprus.




