UMKM Fashion Cirebon Terapkan Strategi Bertahan di Tengah Penurunan Daya Beli
Latar News - RRI.CO.ID, Cirebon - Salah seorang pelaku UMKM busana muslim di Cirebon memilih menerapkan strategi bertahan di tengah penurunan daya beli masyarakat. Langkah itu diambil setelah penjualan tahun ini dinilai berbeda dibanding periode sebelumnya.
Pemilik Mawar Fashion, Didi Kusnadi, menyebut kondisi pasar fashion mengalami penurunan cukup drastis. “Jujur ya untuk di fashion, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, mbak karena penurunannya cukup drastis,” ujarnya saat dihubungi RRI pada Rabu 25 Februari 2026.
Menurutnya, strategi tahun ini bukan lagi ekspansi produk seperti sebelumnya. “Strategi yang kami lakukan di tahun ini itu strategi bertahan gitu,” katanya.
Ia mengibaratkan kondisi bisnis seperti pertandingan sepak bola yang kini lebih fokus bertahan. Biasanya, Mawar Fashion mampu merilis hingga lima model baru setiap periode, namun kini jumlah tersebut dikurangi untuk menekan risiko produksi.
Menurutnya, salah satu faktor penurunan daya beli masyarakat adalah terdampak adanya gelombang PHK. “Daya beli masyarakat yang dipengaruhi tahu sendiri gelombang PHK tahun kemarin dan besar-besaran,” katanya.
Selain itu, potongan biaya dari marketplace juga dinilai memberatkan pelaku usaha. Ia berharap kondisi ekonomi membaik agar UMKM kembali bergairah.
Di momentum Ramadan ini, ia tetap optimistis ada pergerakan pasar. Meski demikian, kehati-hatian tetap menjadi kunci utama dalam menjalankan usaha.




