William Taynton, Orang Pertama Tampil di Televisi Seabad Lalu
KBRN, Jember : Seabad lalu, tepatnya pada 2 Oktober 1925, penemu asal Skotlandia John Logie Baird berhasil menyiarkan gambar bergerak wajah manusia untuk pertama kalinya. Orang pertama yang tampil di layar televisi adalah William Taynton, seorang pegawai kantor berusia 20 tahun, yang 40 tahun kemudian menceritakan pengalaman itu kepada BBC.
Sebelum terobosan itu, Baird telah mencoba berbagai eksperimen menggunakan bahan seadanya seperti lampu sepeda, kayu bekas, dan kaleng biskuit. Ia merancang sebuah alat mekanis dengan cakram besar berputar untuk memindai gambar secara garis demi garis, yang kemudian dikirim dan direkonstruksi menjadi gambar bergerak.
Taynton mengenang, “Mr Baird datang berlari penuh semangat, hampir menyeret saya ke laboratoriumnya. Ia begitu bersemangat sampai kata-kata tak keluar.” Di laboratorium darurat itu, Taynton duduk di depan pemindai gambar, meski panas lampu yang intens membuatnya merasa seperti ‘terpanggang hidup-hidup’. Untuk merekam gerakan, Baird meminta Taynton menjulurkan lidah dan membuat ekspresi lucu.
“Dia berlari dari sisi penerima dengan tangan terangkat dan berkata, ‘Saya melihatmu, William, saya melihat televisi untuk pertama kalinya!’” kenang Taynton. Taynton bahkan menerima setengah crown sebagai “bayaran televisi” pertamanya.
Gambar yang ditangkap kala itu masih sangat sederhana: bayangan dan garis bergerak tanpa definisi jelas, namun sudah merupakan gambar televisi sejati. Taynton sendiri terkesan sekaligus heran melihat wajah Baird muncul di layar mungil.
Baird kemudian memindahkan eksperimennya ke London, di Soho, dan pada 26 Januari 1926 memperlihatkan televisi secara publik untuk pertama kalinya. Meskipun mesin ciptaannya akhirnya kalah dari teknologi perusahaan lain, terobosan Baird menjadi pondasi bagi industri televisi modern.
Lima tahun setelah kematian Baird pada 1951, Taynton kembali ke 22 Frith Street untuk hadir dalam peresmian plakat peringatan. Sir Robert Renwick, Presiden Television Society, menyatakan, Meskipun plakat ini berdiri di jantung London, monumen sejatinya ada di hutan antena yang bermunculan di seluruh negeri.




