Asal Kontaminasi Radioaktif Cesium pada Udang Ekspor Terungkap
Menteri Kelautan dan Perikanan (KP), Sakti Wahyu Trenggono, mengungkapkan bahwa kontaminasi radioaktif cesium (Cs-137) yang ditemukan pada produk udang beku Indonesia yang diekspor ke Amerika Serikat pada Agustus 2025, berasal dari pabrik peleburan baja yang terletak di Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten.
Dalam pernyataannya, Trenggono menjelaskan bahwa terdapat indikasi yang mendukung temuan tersebut. Menurutnya, pabrik peleburan baja tersebut menggunakan bahan baku dari besi bekas yang kemungkinan mengandung cesium. "Alat pendeteksi cesium yang dimiliki oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) dan pihak berkompeten lainnya telah menyampaikan bahwa cesium terdeteksi pada bahan tersebut," ujarnya dalam acara The 32nd Annual Meeting of the Commission for the Conservation of Southern Bluefin Tuna (CCSBT) di Nusa Dua, Bali.
Trenggono juga mengungkapkan keprihatinan mengenai asal-usul kontaminasi cesium di pabrik tersebut, mengingat Indonesia tidak memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) atau program pengembangan senjata nuklir. Ia menyerahkan proses investigasi lebih lanjut kepada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mendapatkan kejelasan mengenai sumber kontaminasi itu.
"Seharusnya, jika cesium berasal dari impor, negara mana pun yang mengekspor produk tersebut seharusnya tidak diizinkan, karena kita tidak memiliki fusi nuklir. Cesium adalah hasil dari proses fusi nuklir, bukan berasal dari alam. Oleh karena itu, hal ini perlu ditangani oleh BRIN," tegasnya.
Dampak dari temuan cesium dalam produk udang ini berpotensi merugikan para pembudidaya udang dan nilai ekspor komoditas tersebut. Untuk itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan sedang berupaya meyakinkan pasar Amerika bahwa semua produk perikanan yang diekspor ke negara tersebut telah dipastikan bebas dari kontaminasi yang dilarang, termasuk cesium. "Kami juga menghentikan sementara operasi pabrik pengolahan udang di Cikande," tambah Trenggono.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan melaporkan bahwa sembilan orang telah dinyatakan positif terpapar radioaktif Cs-137 berdasarkan pemeriksaan whole-body counter (WBC) di Cikande. Kesembilan individu tersebut dalam kondisi baik dan tidak menunjukkan gejala, serta telah mendapatkan perawatan di RSUP Fatmawati, Jakarta. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman, menyatakan bahwa hasil tersebut diperoleh dari pemeriksaan terhadap 1.562 pekerja dan warga yang tinggal di sekitar kawasan industri Cikande.




