Film 'Teman Tidur' Angkat Isu Bullying, Tayang 30 Maret 2023
JAKARTA – Film Teman Tidur yang disutradarai oleh Ray Nayoan, berusaha untuk membawa isu bullying ke permukaan dengan cara yang lebih mendalam. Film ini tidak hanya sekadar drama thriller dengan latar belakang sekolah menengah, tetapi juga mengeksplorasi dampak serius dari perundungan digital.
Cerita film ini dimulai dengan tragedi yang menimpa Kelly, seorang siswi SMA Tunas Bangsa, yang bunuh diri setelah foto-foto pribadi dan sensasionalnya tersebar di sekolah. Tindakan ini diperburuk dengan pesan menyakitkan yang mengisyaratkan bahwa Kelly bisa menjadi 'teman tidur' bagi siapa pun.
Selanjutnya, alur cerita berfokus pada Amanda, siswi baru yang mencoba beradaptasi, serta Davin, sahabat Kelly, dan klub sosial elit bernama 'Vernon' yang memiliki reputasi di sekolah tersebut. Sutradara Ray Nayoan menjelaskan bahwa film ini berusaha menggambarkan kompleksitas bullying, yang tidak selalu dapat dibagi dalam kategori baik atau jahat. "Ada penyebab yang kompleks dari internal anak muda itu sendiri. Film ini berupaya memperlihatkan juga fenomena itu," ujarnya.
Dino Izaak, Executive Producer film ini, menambahkan bahwa Teman Tidur bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap masalah bullying. "Film ini adalah drama thriller yang menyoroti dampak buruk dari perundungan serta kekuatan persahabatan dalam menghadapi tantangan terberat," tuturnya.
Dino berharap pesan yang disampaikan dalam film ini dapat diterima dengan baik oleh penonton. Teman Tidur diproduksi oleh Robagu Pictures, dengan naskah ditulis oleh Asaf Antariksa dan Gea Rexy. Film ini akan ditayangkan bersamaan dengan peringatan Hari Film Nasional pada 30 Maret 2023.
Film ini dibintangi oleh beberapa aktor, termasuk Givina Lukita Dewi, Baskara Mahendra, Meriam Bellina, dan Rafael Tan. Musik untuk film ini diciptakan oleh Sri Hanuraga dan Thoersi Argeswara, dengan lagu soundtrack berjudul "Malam Tanpa Mimpi" yang dinyanyikan oleh Monita Tahalea.




