Gito Huang Dapat Dimintai Pertanggungjawaban dalam Kasus Dugaan Suap Impor Bea Cukai
Pengusaha Gito Huang (GH) berpotensi dimintai pertanggungjawaban dalam kasus dugaan suap yang melibatkan impor di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Hal ini disampaikan oleh Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, yang menekankan pentingnya pembuktian status Gito sebagai pemilik atau beneficial owner PT Blueray Cargo.
Pembuktian Status Pemilik
Boyamin menyatakan bahwa jika Gito Huang terbukti sebagai pemilik asli PT Blueray Cargo, maka ia dapat dimintai pertanggungjawaban atas dugaan kasus suap tersebut. Namun, KPK harus menemukan alat bukti yang cukup untuk membuktikan status kepemilikan ini.
Keterlibatan dalam Operasional Bisnis
Selain membuktikan status kepemilikan, Boyamin juga menekankan perlunya KPK untuk menginvestigasi apakah Gito Huang terlibat dalam operasional bisnis PT Blueray Cargo. "Yang bersangkutan tidak hanya sekadar pemilik uang, tetapi juga harus mengetahui cara bisnis dari PT tersebut," ungkap Boyamin.
Panggilan Sebagai Saksi
Boyamin menilai langkah yang paling logis adalah memanggil Gito Huang sebagai saksi untuk meneliti sejauh mana keterlibatannya dalam kasus dugaan suap ini. "Ia harus dipanggil sebagai saksi dan ditelusuri lebih lanjut," tambahnya.
Identitas Gito Huang dalam Kasus
Di tengah penyelidikan, muncul nama Gito Huang sebagai sosok yang diduga merupakan pemilik sebenarnya dari PT Blueray Cargo. Meskipun situs resmi perusahaan tidak mencantumkan namanya, penelusuran di media sosial menunjukkan adanya keterkaitan erat antara Gito dan perusahaan tersebut.
Bisnis dan Kegiatan Lainnya
Gito Huang diketahui sering berada di China, namun kerap kembali ke Indonesia untuk mengawasi berbagai bisnisnya. Selain dugaan kepemilikan Blueray Cargo, Gito juga terlibat dalam beberapa usaha lainnya, termasuk pengembangan aplikasi sosial media shopping bernama Kipaskipas melalui PT Komunitas Anak Bangsa (Koanba). Aplikasi ini dikembangkan sejak awal pandemi COVID-19 pada tahun 2020, meski kini sudah tidak beroperasi.
Dugaan Keterkaitan di Dunia Hiburan
Jejak Gito di dunia hiburan juga terlihat, di mana ia tercatat sebagai Eksekutif Produser film "Anak Kunti" yang dirilis pada 20 Februari 2025. Selain itu, ia juga memiliki keterkaitan dengan sejumlah media dan platform konten, meskipun beberapa di antaranya mengalami masalah dalam operasional.
Peluang Pemanggilan Gito oleh KPK
KPK membuka kemungkinan untuk memanggil Gito Huang terkait kasus dugaan suap impor. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan bahwa lembaganya terbuka untuk memanggil pihak-pihak yang dianggap perlu dalam rangka mengungkap perkara ini secara menyeluruh.
Dengan demikian, penyelidikan terhadap Gito Huang dan keterkaitannya dengan PT Blueray Cargo diharapkan dapat memperjelas konstruksi perkara yang sedang ditangani oleh KPK.




