Isu Perselingkuhan Istri Ferdy Sambo Terungkap dalam Sidang Pembunuhan Brigadir J
Dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, yang lebih dikenal sebagai Brigadir J, Ferdy Sambo menanggapi isu selingkuh yang melibatkan istrinya, Putri Candrawathi. Sambo menyatakan bahwa pertanyaan mengenai perselingkuhan tersebut merupakan titipan dari penyidik dan tidak berhubungan dengan dakwaan pembunuhan berencana yang dihadapinya.
Sambo mengungkapkan kekecewaannya atas pembuktian yang dilakukan oleh Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor), yang dinilai hanya berdasarkan isu yang beredar di masyarakat. Ia berharap agar hasil pembuktian yang dilakukan oleh ahli poligraf lebih berdasar pada fakta dan independensi, bukan berdasarkan arahan penyidik.
"Kami ingin sampaikan khusus ke ahli poligraf, sangat disayangkan pembuktian ini hanya berdasarkan isu dan titipan penyidik," kata Sambo. Ia menekankan bahwa pertanyaan mengenai perselingkuhan berdampak negatif terhadap keluarganya.
Tanggapan Hakim
Ketua majelis hakim, Wahyu Imam Santoso, menyatakan bahwa pihaknya akan menilai keterangan saksi ahli yang dihadirkan dalam sidang. Sidang ini juga menghadirkan hasil tes poligraf terhadap lima terdakwa, termasuk Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, yang terindikasi berbohong, sementara dua terdakwa lainnya, Ricky Rizal dan Richard Eliezer, dinyatakan jujur.
Ahli poligraf, Aji Febriyanto Ar-Rosyid, menjelaskan bahwa dalam tes poligraf, Ferdy Sambo memperoleh nilai minus 8 dan Putri Candrawathi minus 25, menandakan indikasi kebohongan. Sementara itu, Kuat Ma’ruf menunjukkan hasil yang bervariasi dengan nilai plus 9 di pemeriksaan pertama dan minus 13 di pemeriksaan kedua.
Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada E, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J, melanggar Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Pembunuhan ini terjadi pada 8 Juli 2022 di rumah dinas Ferdy Sambo di Jakarta Selatan, dan sebelumnya diduga terkait dengan pelecehan yang dialami Putri Candrawathi.
Keluarga Brigadir J telah membantah dugaan pelecehan tersebut, menegaskan bahwa tuduhan itu tidak benar.




